Selasa, 21 April 2026

Berita Lamongan

Puluhan Pemuda Lamongan Berguru ke Malaysia dan Singapura

Puluhan pemuda berprestasi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendapatkan kesempatan berguru ke negeri Jiran Malaysia dan Singapura

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Adrianus Adhi
SURYA/Hanif Manshuri
Para siswa SMA dan mahasiswa berusia 16-20 tahun yang memperoleh kesempatan dikirim ke Malaysia dan Singapura di momen Astex. 

SURYA. co. id lLAMONGAN - Puluhan pemuda berprestasi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendapatkan kesempatan berguru ke negeri Jiran Malaysia dan Singapura dalam momen Asean Technopreneur Exchange (Astex) 2020.

Ada sebanyak 35 pemuda Lamongan yang diberangkatkan ke dua negara tersebut.

Koordinator Inkubator Wirausaha Muda Lamongan (IWML), Dymas Tunggul Panuju, kepada Surya. co. id, Jumat (10/1/2020) mengungkapkan, mereka yang mendapat kesempatan adalah para siswa SMA dan mahasiswa berusia 16-20 tahun yang telah melalui uji sebagai pemuda pelopor.

Kewirausahaan berbasis teknologi yang selama ini sudah ditekuni di negeri sendiri diantaranya, ada yang produk Gocak, sentra pengemasan sambel letok, serundeng, mie lavista, lumpia packaging, susu dari alpukat blackmild.

"Selama 9 hari para pemuda ini di Asean Technopreneur Exchange (Astex). Berangkat sejak tanggal 7 dan akan kembali pada 15 Januari nanti," kata Dymas.

Asean Technopreneur Exchange ini akan mampu membangun kapasitas para pemuda Lamongan dengan berbagi pengetahuan tentang kewirausahaan yang berbasis teknologi.

Para pemuda pelopor menghadiri momen Astex untuk mengail kesempatan dan meningkatkan hasil karya peserta, mulai kemasan sistem dan aplikasi untuk bisa bersaing secara internasional.

"Selama di dua negara tetangga tersebut, para pemuda akan belajar tata kelola kewirausahaan, melihat program dan pelaksanaannya," katanya.

Bicara teknologi, para wirausahan asal Lamongan tidak mau ketinggalan. Karena para usahawan muda ini sudah mengembangkan teknologi yang sudah bisa bersaing.

Ditambahkan, selama proses berguru dalam Astex, mereka diajak ke kampus-kampus, UMKM dan bertemu orang-orang kaya di Malaysia dan Singapura

Termasuk di antaranya, ke National University Hospital Singapura, Institut Cancer disana melihat penelitian, di intitusinya. Di Malaysia bertemu dan masuk industri yang dikelola orang tua terkaya ke di Malaysia.

"Juga berkunjung ke UIM, Universitas of Malaya," katanya.

Di Asean Technopreneur Exchange 2020 dapat menghasilkan karya-karya sudah internasional. "Kalau sudah balik ke negeri sendiri tentu harus mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, dan Lamongan berjaya lagi," ujarnya.

Sementara itu, M. Muhadjir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lamongan, menyebut Asean Technopreneur Exchange 2020 ini menjadi sejarah baru bagi Lamongan, karena baru pertama kalinya dilakukan Kabupaten Lamongan.

Ini momen sejarah yang patut dicatat, karena pemuda Lamongan bisa menembus prestasi sampai ke kelas internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved