Rano Karno Tersandung Korupsi Wawan Rp 700 Juta? Begini Pengakuan Saksi dari Kadinkes Banten
Aktor utama Si Doel, Rano Karno 'digigit' oleh orang-orang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan saat memberikan kesaksian untuk Wawan.
SURYA.co.id | JAKARTA - Aktor utama Si Doel, Rano Karno 'digigit' oleh orang-orang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan saat memberikan kesaksian untuk Wawan.
Dia adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Suhardja.
Adapun Wawan ditangkap KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012; kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan pencucian uang
Sedangkan Djaja menyebut mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno itu mendapatkan uang Rp 700 juta.
Uang sebesar itu terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada sekitar tahun anggaran 2012.
Menurut Djadja, pemberian uang tersebut merupakan atas arahan adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.
Hal itu diungkapkan Djadja saat bersaksi untuk Wawan.
"Oh pernah (berikan uang ke Rano Karno), Pak. Karena, Pak Rano bilang sudah ke Pak Wawan. Rp 700 jutaan lah Pak," kata Djadja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (6/2/2020).
Menurut Djadja, pemberian itu berlangsung dalam lima tahap.
Uang itu ada yang diberikan secara langsung oleh dirinya, ada yang melewati pihak lain.
"Ada saya langsung ada yang juga bukan saya.
Saya langsung itu ke rumahnya dan kantornya.
Rp 700 juta, keseluruhan, Itu seizin beliau.
Katanya Pak Rano Karno-nya sudah ketemu Pak Wawan di Ritz Carlton terus panggil saya," ujar dia.
Djadja pun mengonfirmasi salah satu keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan jaksa KPK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rano-karno-dan-terdakwa-korupsi-wawan.jpg)