Cerutu Golden Boy, Cerutu Premium Seharga Rp 2 Juta Per Batang Produksi PTPN X

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengawali tahun 2020 dengan meluncurkan produk baru, berupa cerutu premium dengan nama cerutu Golden Boy.

Cerutu Golden Boy, Cerutu Premium Seharga Rp 2 Juta Per Batang Produksi PTPN X
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dari kiri ke kanan : Aris Toharisman, Direktur Operasional PTPN X bersama Dirut PTPN X Dwi Satriyo Annurogo, mendampingi musisi legendaris, Idang Rasjidi, serta Slamet Djumantoro, Direktur Komersil PTPN X, saat launching cerutu Golden Boy, Kamis (2/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengawali tahun 2020 dengan meluncurkan produk baru, berupa cerutu premium dengan nama cerutu Golden Boy.

Peluncuran digelar di PTPN X kantor pusat di Surabaya dengan menghadirkan musisi legendaris Idang Rasjidi, yang juga merupakan pentolan komunitas pecinta cerutu Indonesia, Kamis (2/1/2019).

Kehadiran cerutu premium ini akan melengkapi produk anak usaha Tembakau Jember dengan cerutu biasa dan daun tembakau.

Cerutu biasa memiliki pasar lokal maupun ekspor. Sementara daun tembakau seluruhnya masuk ke pasar ekspor ke Eropa sebagai bahan baku cerutu kelas dunia.

"Nah, untuk lebih meluaskan pasar ekspor, kami siapkan cerutu premium Golden Boy ini. Produksinya mulai bulan ini, kemudian mencari pasar dan Juni mendatang kami akan pameran mengenalkan produk kami ini di Jerman," kata Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Karena targetnya pasar ekspor, produksi cerutu Golden Boy ini ditargetkan bisa mencapai 9.000 batang per bulan. Karena premium, harga dibanderol antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per batang.

Untuk menguatkan produk ini, PTPN X mengundang komunitas pecinta cerutu Indonesia. Mereka diminta mencoba dan memberi masukan tentang racikan yang pas untuk kelas premium. Termasuk bahan bakunya.

"Tapi kami pastikan bahan baku tetap dari lahan tembakau kami di Jember," ungkapnya.

Saat ini lahan tembakau PTPN X memiliki luas 510.000 hektar dengan produktivitas 9,5 ton per hektar untuk dauh tembakau basah.

Dengan produk cerutu premium ini, pihaknya akan memanfaatkan 30 persen produk daun tembakau yang paling terbaik.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved