Mahfud MD Menjawab Soal Kejanggalan Sketsa Wajah 2 Penyerang Novel Baswedan
Mahfud MD menjawab soal kabar adanya kejanggalan sketsa wajah 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
SURYA.CO.ID, JAKARTA - Mahfud MD menjawab soal kabar adanya kejanggalan sketsa wajah 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Mahfud MD adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) yang termasuk membawahi bidang Kepolisian.
Di sisi lain Polri menyatakan belum bisa dipastikan apa motif 2 pelaku menyerang Novel Baswedan.
Termasuk juga belum ada kepastian apakah ada pihak lain yang terlibat.
Mahfud mengatakan, keberhasilan pihak kepolisian menangkap pelaku penyiraman air keras tersebut pasti membawa angin segar sekaligus kritik.
Namun, ia menegaskan, kejanggalan sketsa wajah pelaku tersebut lebih baik dibuka dan dibuktikan di pengadilan.
"Ketika menemukan sketsa, misalnya dari sekian kotak-kotak, sekian titik itu 388, 338 dari 400 titik itu cocok, yang ini masih meragukan, kira-kira begitu.
Nanti buktikan di pengadilan nanti ada teknologinya sendiri," kata Mahfud di Kantor Bakamla RI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).
Mahfud juga meyakini, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilakukan secara transparan.
Ia mengatakan, kepolisian tak bisa mengintervensi kasus tersebut apabila sudah diproses ke pengadilan.
"Pengadilan bukan anak buahnya polisi, pengadilan ndak bisa didikte, kejaksaan juga bukan anak buahnya polisi," ujarnya.
Kejanggalan penangkapan penyerang Novel
Sebelumnya, penangkapan dua pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.
Tim Advokasi Novel Baswedan mencatat setidaknya terdapat sejumlah hal yang janggal dalam penangkapan penyerang Novel Baswedan itu.
Salah satunya adalah adanya perbedaan informasi mengenai pelaku yang ditangkap atau menyerahkan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mahfud-md-soal-jatah-menteri-di-kabinet-jokowi-tak-usah-menawarkan-diri.jpg)