Jumat, 15 Mei 2026

Mahfud MD Menjawab Soal Kejanggalan Sketsa Wajah 2 Penyerang Novel Baswedan

Mahfud MD menjawab soal kabar adanya kejanggalan sketsa wajah 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Tayang:
Editor: Tri Mulyono
TRIBUN IMAGES
Mahfud MD 

SURYA.CO.ID, JAKARTA -  Mahfud MD menjawab soal kabar adanya kejanggalan sketsa wajah 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Mahfud MD adalah  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) yang termasuk membawahi bidang Kepolisian.

Di sisi lain Polri menyatakan belum bisa dipastikan apa motif 2 pelaku menyerang Novel Baswedan.

Termasuk juga belum ada kepastian apakah ada pihak lain yang terlibat.

Tersangka RB yang ditangkap polisi dan disebut sebagai pelaku penyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, Sabtu (28/12/2019).
Tersangka RB yang ditangkap polisi dan disebut sebagai pelaku penyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, Sabtu (28/12/2019). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Mahfud mengatakan, keberhasilan pihak kepolisian menangkap pelaku penyiraman air keras tersebut pasti membawa angin segar sekaligus kritik.

Namun, ia menegaskan, kejanggalan sketsa wajah pelaku tersebut lebih baik dibuka dan dibuktikan di pengadilan.

"Ketika menemukan sketsa, misalnya dari sekian kotak-kotak, sekian titik itu 388, 338 dari 400 titik itu cocok, yang ini masih meragukan, kira-kira begitu.

Nanti buktikan di pengadilan nanti ada teknologinya sendiri," kata Mahfud di Kantor Bakamla RI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).

Mahfud juga meyakini, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilakukan secara transparan.

Ia mengatakan, kepolisian tak bisa mengintervensi kasus tersebut apabila sudah diproses ke pengadilan.

"Pengadilan bukan anak buahnya polisi, pengadilan ndak bisa didikte, kejaksaan juga bukan anak buahnya polisi," ujarnya.

Kejanggalan penangkapan penyerang Novel

Penyidik senior KPK Novel Baswedan di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Dan Novel Baswedan saat menjawab pertanyaan wartawan saat peluncuran Jam Waktu Novel di gedung KPK, Selasa (11/12/2018).
Penyidik senior KPK Novel Baswedan di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Dan Novel Baswedan saat menjawab pertanyaan wartawan saat peluncuran Jam Waktu Novel di gedung KPK, Selasa (11/12/2018). (Kolase KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, penangkapan dua pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

Tim Advokasi Novel Baswedan mencatat setidaknya terdapat sejumlah hal yang janggal dalam penangkapan penyerang Novel Baswedan itu.

Salah satunya adalah adanya perbedaan informasi mengenai pelaku yang ditangkap atau menyerahkan diri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved