Press Release
Pertumbuhan Penetrasi Mobile Payment di Jatim Tertinggi Ketiga di Jawa
Jawa Timur menjadi provinsi terbesar ketiga dalam penetrasi mobile payment di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta, dan Banten. Begini trennya.
SURYA.co.id | SURABAYA - Penggunaan uang elektronik menyumbang kenaikan sebesar 9 persen terhadap jumlah pengguna mobile payment di Indonesia menjadi 47% pengguna dari tahun 2018 ke tahun 2019.
Menurut salah satu survei PricewaterhouseCoopers (PwC) bertajuk Global Consumer Insights, penggunaan uang elektronik tak hanya memiliki dampak positif terhadap konsumen akhir dan pemilik bisnis. Namun, pemerintah pun mendapat manfaat positifnya.
Bagi para pemilik bisnis, keuntungan didapatkan dari peningkatan penjualan dan pendapatan bisnisnya, sedangkan untuk pemerintah, penggunaan mobile payment akan mendorong kemantapan digitalisasi pada UMKM untuk Indonesia Digital 2020.
Lantas, bagaimana penyebaran penggunaan mobile payment di negara kepulauan terbesar di dunia ini?
Di antara lima pulau terbesar di Indonesia, Pulau Jawa memiliki interest sendiri, karena hampir 70% penduduk Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa.
Pada kuartal keempat ini, Moka, startup penyedia layanan kasir digital untuk UMKM merilis data dan insights menarik terkait dengan penggunaan mobile payment khususnya di Jawa Timur.
Di antaranya, Jawa Timur Dengan penetrasi sebesar 7,45%, menjadi provinsi terbesar ketiga dalam penetrasi mobile payment di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta, dan Banten, lalu disusul oleh Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah di posisi terakhir.
Bahkan, apabila melihat ke lingkup kota di Indonesia, Surabaya, ibu kota Jawa Timur, menjadi kota terbesar kedua dalam penggunaan mobile payment di antara kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sepanjang tahun 2019, penetrasi mobile payment di antara merchant-merchant Moka di Jawa Timur telah meningkat dari 0,96% pada kuartal satu (Q1) menjadi 5,46% pada kuartal ketiga (Q3) di tahun 2019. Ini merupakan kenaikan yang signifikan dalam kurun waktu singkat.
Coffee Shop
Berdasarkan data internal Moka, di Jawa Timur, transaksi mobile payment paling banyak digunakan pada kategori bisnis coffee shop. Kategori bisnis coffee shop menjuarai dengan transaksi mobile payment terbanyak diikuti oleh kategori bisnis lainnya yaitu; Quick Service Restaurant (QSR), Full Service Restaurant (FSR), salon kecantikan, dan bisnis pakaian.
Dari segi volume transaksi, coffee shop memegang volume transaksi tertinggi, namun apabila melihat nilai dari setiap transaksi, transaksi belanja di kategori bisnis clothing memiliki nilai tertinggi dibandingkan kategori bisnis lainnya.
Data ini menjelaskan bahwa transaksi dengan nominal kecil menjadi primadona bagi para pengguna mobile payment di Jawa Timur. Hal ini juga dikarenakan promo cashback yang ditawarkan oleh provider mobile payment lebih menguntungkan untuk produk dengan nominal kecil dibandingkan produk dengan nominal besar.
Kemudian, weekend menjadi waktu favorit para pengguna mobile payment untuk melakukan transaksi. Wajar saja bukan?
Memang weekend adalah waktu terbaik yang digunakan kebanyakan masyarakat Indonesia untuk jalan-jalan keluar rumah, hangout dengan kolega, atau sekedar jajan keluar rumah setelah menjalankan aktivitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penetrasi-mobile-payment-di-jawa-timur.jpg)