Berita Tulungagung
Rastra Dihapus, 3000 ton Beras Bulog di Tulungagung Terancam Mengalami Penurunan Mutu
Setiap 15 hari, Bulog melakukan pengecekan beras dan penyemprotan untuk membunuh hama dan kutu. Kemudian dilakukan fumigasi setiap tiga bulan
Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sekitar 3000 ton beras Bulog Cabang Tulungagung stok tahun 2018 terancam mengalami penurunan mutu.
Kondisi ini sebagai dampak penghapusan pogram Rastra, sehingga Beras Cadangan Pemerintah (BCP) itu tertunda untuk didistribusikan.
Saat ini stok beras yang ada di Bulog Cabang Tulungagung sebanyak 16.000 ton.
Menurut Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung, Eri Nurul Hilal, secara umum beras dalam kondisi baik dan tidak rusak (disposal).
Sementara yang 3000 ton disiapkan untuk Rastra tahun 2019.
“Ternyata program Rastra dihapuskan, sehingga beras itu batal keluar dari gudang,” terang Eri.
Sebenarnya beras itu masih layak dikonsumsi, namun jika lebih lama disimpan akan berdebu dan gampang patah.
Agar tidak terlalu banyak yang rusak, beras itu kemudian dipilah dan dijual kembali lewat Operasi Pasar (OP).
Bahkan seluruh beras stok 2018 digenjot secepatnya dan dipasarkan melalui OP.
“Sebelum kami pasarkan beras-beras itu melalui proses pengolahan, seperti di-blower untuk menghilangkan debu,” sambung Eri.
Selain itu ada mesin pemilah beras untuk memisahkan beras yang bermutu jelek.
Sehingga, Eri menjamin, beras yang dijual dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Untuk menjaga kualitas beras stok yang ada, Bulog juga melakukan perawatan rutin.
“Setiap 15 hari kami lakukan pengecekan beras dan penyemprotan untuk membunuh hama dan kutu. Kemudian dilakukan fumigasi setiap tiga bulan,” tutur Eri.
Selain itu penataan karung beras juga diatur sedemikian rupa, agar gudang tidak menjadi lembab.
Dengan cara itu Eri menjamin, beras yang tersimpan tidak mudah kusam, berdebu, berbau apek atau disposal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dedy-wicaksono-dan-beras-bulog.jpg)