Senin, 18 Mei 2026

Berita Surabaya

690 Orang Ikuti Tes Psikologi dan Uji Kompetensi Pendamping PKH di Surabaya dan Malang

Minat masyarakat untuk menjadi pendamping PKH sangat tinggi. Tercatat pendaftar sebagai PKH secara nasional mencapai 144.301 pelamar.

Tayang:
surya.co.id/sri handi lestarie
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat (tengah) bersama perwakilan perbankan BUMN sebagai perbankan penyalur PKH saat pertemuan rekonsiliasi di Surabaya, Rabu (4/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pekerjaan menjadi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) ternyata cukup menarik warga Indonesia.

Tercatat sekitar 690 orang akan mengikuti tes psikologi dan uji kompetensi sebagai salah satu tahapan seleksi menjadi pendamping PKH yang digelar di Surabaya dan Kota Malang, Kamis (5/12/2019).

Di dua kota tersebut, 690 orang terbagi masing-masing 406 peserta dan 284 perserta.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat menjelaskan, untuk tahun 2019 ini rekrutmen tenaga PKH sebanyak 2.500 orang.

"Jumlah itu secara nasional. Dan mulai tanggal 22 November lalu kami gelar tes psikologi dan uji kompetensi di 13 titik, dua diantaranya ada di Surabaya dan Kota Malang," kata Harry, ketika hadir dalam kegiatan rekonsiliasi Kemensos dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Hotel Novotel Samator Kedung Baruk, Surabaya, Rabu (4/12/2019).

Harry mengakui, minat masyarakat untuk menjadi pendamping PKH sangat tinggi.

Tercatat pendaftar sebagai PKH secara nasional mencapai 144.301 pelamar.

Dari jumlah itu, yang lolos verifikasi administrasi mencapai 65.178 berkas.

"Nah, dalam tes psikologi dan uji kompetisi yang digelar di 13 titik, mereka akan disaring menjadi 2.500 pendamping terpilih," lanjut Harry.

Dalam kesempatan itu, pendamping PKH diminta untuk tidak sebatas mencatat dan menfasilitasi penyaluran bantuan.

Tugas yang lebih pokok lagi adalah membina Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi keluarga mandiri.

Sehingga ke depannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri.

Pada kesempatan yang sama, MO Royani, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos, menambahkan, kebutuhan pendamping PKH sangat diperlukan untuk menjadi kepanjangan tangan penyaluran bansos PKH. Mereka dituntut memiliki integritas yang tinggi.

"Karena itu tes psikologi dan uji kompetisi kami lakukan secara online dan terbuka. Dari yang mengikuti di Surabaya dan Malang pada besok pagi, hasilnya akan dirangking, kemudian rangking dijadikan satu dengan nasional dan hasilnya yang terbaik di 2.500 yang diterima," ungkap Royani.

Untuk mengawal proses test berjalan secara fear, Kementerian melibatkan akademisi dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved