Minggu, 26 April 2026

Tersambar Petir Saat Terima Telepon di Bawah Pohon, Dada dan Paha Pria Ini Hangus, Langsung Tewas

Peristiwa nahas menimpa Dona Nenoliu (22) yang Tersambar Petir gara-gara menerima telepon saat hujan turun.

Editor: Iksan Fauzi
Ist
Ilustrasi. Tersambar Petir Saat Terima Telepon di Bawah Pohon, Dada dan Paha Pria Ini Hangus, Langsung Tewas 

SURYA.co.id | KUPANG - Peristiwa nahas menimpa Dona Nenoliu (22) yang Tersambar Petir gara-gara menerima telepon saat hujan turun. 

Dona meninggal seketika dengan dada dan paha dalam kondisi hangus. Begitu juga pohon asam tempatnya berteduh saat menerima telepon.

Orang tua Dona, Mikael Nenoliu membenarkan peristiwa nahas tersebut yang terjadi pada Senin (2/12/2019).

Mikael pun menceritakan kronologis kejadian yang menimpa anaknya.

Menurut Mikael, Dona yang masih lajang itu sedang dalam perjalanan pulang dari Panite menuju rumahnya di Desa Mio seusai berobat.

Dalam perjalanan tersebut, tiba-tiba hujan turun. Dona bersama ibu dan kedua adiknya memilih berteduh sejenak di salah satu rumah kosong.

Saat berteduh, muncul panggilan telepon masuk di handphone milik Dona.

Dona pun langsung mencari lokasi yang terdapat sinyal baik untuk menerima teleponnya ke pinggir jalan, tepatnya di bawah pohon asam.

Sarci Tanu sedang memeluk jenazah anaknya yang tewas disambar petir, Senin (2/12/2019) siang.
Sarci Tanu sedang memeluk jenazah anaknya yang tewas disambar petir, Senin (2/12/2019) siang. ((ISTIMEWA via Pos-Kupang.com))

Sesaat kemudian, tiba-tiba petir menyambar tubuh korban.

"Kejadiannya cepat sekali pak. Istri saya juga tidak lihat waktu anak saya disambar petir. Istri saya kaget lihat anak saya sudah terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri," kisah Mikael.

Akibat sambaran petir lanjut Mikael, korban mengalami luka pada bagian dada dan pahanya.

Tidak hanya itu, celana yang digunakan korban juga ikut robek akibat sambaran petir.

Batang pohon asam, tempat korban berteduh juga hangus akibat disambar petir.

"Anak saya punya dada luka akibat kena sambar petir. Tidak hanya itu bagian pahanya juga. Celana yang dia pakai sampai robek," ujarnya.

Ia mengaku, sudah menerima secara ikhlas bahwa kematian korban sudah menjadi takdirnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved