Jumat, 17 April 2026

Berita Tulungagung

Ternyata Ini Otak Komplotan Emak-emak Pengutil Emas yang Tertangkap di Tulungagung, Fakta Lainnya

Emak-emak komplotan pengutil emas ini diketahui lakukan aksinya di 18 toko emas, 5 di antara gagal dan 13 lainnya berhasil

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Empat pelaku pengutil emas yang ditangkap Timsus Tim Macan Agung, Satreskrim Polres Tulungagung ternyata diotaki seorang emak-emak.

Dia adalah Aminah (51) warga Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Diketahui Aminah adalah ibu dari dua pelaku lain, yaitu Nur Rohman (24) dan Saiful Anas (31).

Sedangkan satu pelaku lain, Suharsih (40) alias Siti, warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah adalah orang lain.

Demikian juga satu pelaku lain yangmasih kabur, dengan inisial SM.

Empat anggota komplotan emak-emak pengutil emas yang digulung Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung .
Empat anggota komplotan emak-emak pengutil emas yang digulung Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung . (SURYA.co.id/David Yohanes)

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, sebelum tertangkap di Tulungagung, kawanan ini beraksi di Semarang pada  Senin (25/11/2019).

Dari Semarang mereka menuju ke Wonogiri dan Tabupaten Trenggalek menggunakan mobil rental Toyota Avanza H 8650 SE.

Mereka sempat menginap di sebuah hotel di Kabupaten Trenggalek.

Keesokan harinya, Selasa (26/11/2019), mereka beraksi dan berhasil menggondul dua buah kalung emas, masing-masing 4 gram dan 6 gram.

“Dari Trenggalek, mereka kemudian menuju ke Tulungagung dan beraksi di  Pasar Karangtalun, Kecamatan Kalidawir,” terang EG Pandia, Jumat (29/11/2019).

Di Tulungagung mereka berhasil mengambil emas 4 gram. Di Kalidawir inilah aksi komplotan ini bisa diketahui hingga berujung penangkapan.

Masih menurut EG Pandia, kawanan ini sudah beraksi selama dua bulan dan menyasar 18 toko emas.

"Dari 18 toko emas itu, 5 di antara gagal dan 13 lainnya berhasil," ujarnya.

Sementara Aminah mengaku, hasil curian dijual ke pasar-pasar kecil.

Hasilnya kemudian dibagi rata untuk lima anggota komplotan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved