Berita Surabaya

Terpidana Guru Pramuka yang Divonisi Kebiri Kimia Tak Ajukan Banding dan Tolak Didampingi Pengacara

Guru pramuka di Surabaya yang divonis tiga tahun kebiri kimia juga menolak didampingi oleh pengacara negara.

Terpidana Guru Pramuka yang Divonisi Kebiri Kimia Tak Ajukan Banding dan Tolak Didampingi Pengacara
SURYA.co.id/Samsul Arifin
Terpidana, guru Pramuka yang divonis kebiri kimia saat hendak jalani sidang beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terpidana Rachmat Slamet Santoso tidak mengajukan banding terhadap vonis 12 tahun penjara dan tiga tahun kebiri kimia. Bahkan, selama persidangan dari awal hingga vonis terdakwa tanpa didampingi pengacara.

Hal ini dibenarkan oleh juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sigit Sutriono mengatakan bahwa terpidana menolak didampingi oleh pengacara negara. 

"Pengacara negara itu sudah ditawarkan sejak awal persidangan. Akan tetapi yang bersangkutan nggak mau. Kalau sudah nggak mau ya sudah nggak ada kewajiban kami," katanya. 

"Orang nggak mau kan nggak bisa dipaksa mas," tambah Sigit. 

Sementara itu, humas DPC Peradi Surabaya, Elok Dwi Katja yang juga seorang lawyer turut menanggapi hal ini.

Dia mengaku secara prosedural seharusnya terdakwa dengan ancaman 15 tahun harus didampingi seorang pengacara. 

"Berarti kalau tidak bersikap (banding) si terpidana ini menerima vonis yang dijatuhkan. Dalam undang-undang bila si klien ini menolak untuk didampingi pengacara ya nggak bisa maksa," terang Elok saat dikonfirmasi, Selasa, (26/11/2019).

Lagipula, meski didampingi pengacara penyidikan terhadap tersangka tetap sah dalam ketentuan di KUHAP. 

Lebih lanjut dikatakan Elok, dia sejatinya setuju perihal vonis kebiri kimia ini. Akan tetapi tidak menghilangkan nafsu si pelaku karena yang dieksekusi hanya penyalurannya saja. 

"Dan jatuhnya lebih kejam secara psikologis. Tapi bila secara pandangan saya sebagai yuridis ya saya setuju atas kebiri kimia itu," tambah Elok. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved