Suporter Indonesia Ditangkap Malaysia, K-Conk Sebut Pemerintah Melempem!
"Pemerintah 'melempem' untuk menegur negara manapun dalam kasus apapun. Pasti ewuh pekewuh," ucap Jimhur, Senin (25/11/2019)
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Eben Haezer Panca
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
SURYA.co.id | SURABAYA - Presiden K-Conk, Jimhur Saros menilai Pemerintah Indonesia kurang tegas dalam menyikapi konflik antara Suporter Malaysia dan Suporter Indonesia.
Melihat suporter Indonesia dianiaya dan bahkan ditahan karena dituduh teroris tanpa dasar yang jelas, menurut Jimhur seharusnya pemerintah Indonesia bisa bertindak tegas dan cepat.
"Pemerintah 'melempem' untuk menegur negara manapun dalam kasus apapun. Pasti ewuh pekewuh," ucap Jimhur, Senin (25/11/2019) setelah menggelar aksi solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Menurut Jimhur, Pemerintah Indonesia terlalu takut sanksi dan perjanjian perdagangannya akan terputus dengan Malaysia.
Padahal saat ini harga diri bangsanya terutama suporter Indonesia sedang diinjak.
Jimhur menegaskan, dalam dunia sepakbola, peran suporter sangat penting termasuk dalam mendukung kesebelasan negaranya.
"Tribola itu manajemen, pemain dan suporter. Itu 3 jadi 1 rangkaian tidak ada suporternya maka bola itu hancur, mati," ucap Jimhur.
Ia menuntut agar pemerintah Indonesia segera membuat pernyataan resmi terkait polemik dua suporter antar negara ini.
"Suporter kita ditahan, bahkan diputar balik faktanya kita bikin rusuh di sana. Kita dikejar, bangsa Indonesia dikatakan anjing oleh suporter Malaysia. Apakah harus sejelek itu," ucapnya.
• Sebut Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia, Presiden K-Conk: Suporter Kok Disebut Teroris
• Begini Respon Asprov PSSI Jatim Soal Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/unjuk-rasa-menuntut-malaysia-minta-maaf.jpg)