Sebut Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia, Presiden K-Conk: Suporter Kok Disebut Teroris

"Pemerintah Malaysia harus segera mencabut statusnya sebagai teroris. Ini mempermalukan bangsa Indonesia, seorang suporter dikatakan teroris,"

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Presiden K-Conk, Jimhur Saros menganggap Pemerintah Malaysia telah memperlakukan Bangsa Indonesia terutama suporter Sepakbola Indonesia.

Itu pasca ditangkapnya tiga suporter Indonesia yang dituduh sebagai teroris.

"Pemerintah Malaysia harus segera mencabut statusnya sebagai teroris. Ini mempermalukan bangsa Indonesia, seorang suporter dikatakan teroris," ucap Jimhur, Senin (25/11/2019).

Presiden K-Conk, Jimhur Saros
Presiden K-Conk, Jimhur Saros (tribun jatim/sofyan arif candra sakti)
Jimhur mengatakan ada tiga suporter Indonesia yang ditahan yaitu Iyan Prada Wibowo dan Rifki Choirudin serta Andreas Setiawan.

Dari tiga orang tersebut, dua diantaranya Iyan Prada Wibowo dan Rifki Choirudin sudah dibebaskan.

"Tinggal Andreas, Bonek Denpasar yang belum dibebaskan," ucapnya.

Jimhur juga mempertanyakan alasan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang menuduh suporter terutama Andreas sebagai teroris.

"Tidak tahu juga, masih dalam proses pemeriksaan. Kita belum bisa menemui, tapi menurut kabar baik-baik saja," ucap Jimhur.

Menurut Jimhur seharusnya pihak yang ditangkap adalah Suporter Malaysia yang sempat menganiaya suporter Indonesia.

"Kita dilakukan sangat tidak manusiawi kita dipukuli dan diambil barangnya, dompet HP semuanya, sedangkan orang Malaysia yang melakukan hal itu malah dibiarkan berkeliaran," ucapnya

Tak Terima Suporter Indonesia Ditahan Malaysia, Massa Unjuk Rasa di Surabaya

Begini Respon Asprov PSSI Jatim Soal Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved