Selasa, 28 April 2026

Berita Sampang Madura

Begini Respons Wagub Emil saat Tinjau Jembatan Ambruk di Sampang Madura

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak saat meninjau jembatan ambruk di Jalan Nasional wilayah Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang.

Penulis: Habibur Rohman | Editor: Parmin
foto: hanggara
Wagub Emil meninjau lokasi jembatan ambruk di jalan nasional kawasan Jrengik, Sampang Madura, Senin (25/11/2019). 

SURYA.co.id |  SAMPANG - Rusaknya salah satu jembatan di jalan nasional di Kabupaten Sampang, Madura mendapat perhatian khusus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Hal ini dibuktikan Emil dengan meninjau jembatan rusak tersebut pada Senin (25/11/2019).

Jembatan rusak tersebut tepatnya di kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang.

Kondisinya, ambles di sebelah kiri jalan dari arah Kota Sampang.

Sehingga jalan tersebut diberi pembatas dan hanya beroperasi satu jalur saja.

Sedangkan di bawah jembatan, sebagai antisipasi dini diberi batang bambu dan sesek (anyaman bambu) sebagai penyanggah jembatan.

Saat di lokasi Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengakui bahwa kondisi jembatan tersebut dalam kondisi darurat.

Sebab, sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas, yang mana dikawatirkan tiba-tiba ambruk.

Namun, pihaknya masih belum tahu kejelasan kapan jembatan tersebut akan dikerjakan.

"Untuk perbaikannya ini saya akan bahas, ini sudah ada tim dari Balai turun yang diutus oleh Pak Sodli dari Balai Jalan Nasional. Nantinya saya sampaikan kondisi jalannya," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup surya.co.id).

Suami dari Arumi Bachsin itu menyampaikan, harus ada pengerjaan serius terkait rusaknya jembatan itu dan pihaknya mengaku belum tahu durasi perbaikannya berapa.

Menurutnya memang harus ada perencanaan serius dalam arti,  tidak bisa hanya di tambal begitu saja.

"Memang harus di gambar lagi, untuk perbaikannya saya masih menunggu jawabannya dari beliau (Balai Jalan Nasional)," ucap Emil Dardak.

Sedang dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur bagian Penilik Jalan, Fajar, mengatakan, pihaknya kemarin melakukan penanganan sementara dengan menggunakan sesek, kemudian di topang menggunakan batang bambu.

"Tapi itu untuk sementara karena memang perbaikan ini butuh perencanaan yang matang tidak bisa langsung kita kerjakan kalau memang mau langsung kerjakan pakai alat yang seadanya takutnya nanti ambrol lagi," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved