Berita Madiun

Pemasangan Tiang Listrik di Lahan Warga Harus Mendapatkan Izin Pemilik Lahan

PLN berhak menggunakan lahan pribadi masyarakat untuk pemasangan tiang listrik, sebab pemasangan tiang bertujuan unruk kepentingan publik.

Pemasangan Tiang Listrik di Lahan Warga Harus Mendapatkan Izin Pemilik Lahan
rahadian bagus/surya
Tiang beton milik PLN yang akan digunakan sebagai pemancang kabel listrik di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, dikeluhkan warga sekitar lantaran dipasang di sawah warga tanpa izin. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pemasangan tiang beton untuk pemancang kabel listrik di areal milik warga harus mendapat izin atau persetujuan dari pemilik lahan.

Begitu juga pemasangan tiang di areal persawahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang, ketika dikonfirmasi mengatakan, secara aturan PLN berhak menggunakan lahan pribadi masyarakat untuk pemasangan tiang listrik, sebab pemasangan tiang bertujuan unruk kepentingan publik.

Namun, kata Bintara, pemasangan tiang beton untuk kepentingan penyaluran listrik ini harus mendapatkan izin dari pemilik lahan. Masyarakat setempat diajak bermusyawarah sebelum tim teknis dari PLN memasang tiang listrik, untuk menghindari konflik di kemudian hari.

"Makanya ditemukan dulu permohonan awalnya. Sampai melewati lahan itu, sebenarnya itu siapa. Karena biasanya itu dibuat kalau ada tanda tangannya," kata dia saat dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Bintara mengatakan, tahap pemasangan tiang beton berawal pengajuan warga yang ingin dialiri listrik. Setelah ada permintan, pihak PLN akan turun ke lapangan untuk menentukan lokasi.

Lokasi yang akan dipasangi tiang PLN ditentukan warga yang mengajukan, namun harus sesuai standar khusus dari PLN. Selain itu, jarak dan jenis tanah juga menjadi pertimbangan sebelum PLN memasang tiang.

"Seharusnya ada musyawarah dulu. Siapa yang berkebaratan. Itu bisa dikomunikasikan," ujar Bintara.

Dia juga menjelaskan bahwa, PLN tidak berkewajiban memberi kompensasi atau ganti rugi bagi warga yang lahannya dipasangi tiang PLN. Sesuai dengan aturan, pemberikan kompensasi hanya diberikan pada pemasangan tower.

"Yang mendapatkan kompensasi itu seperti pemasangan tower. Kalau pemasangan tiang listrik itu tidak," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua petani di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mengeluh karena ada 13 tiang beton milik PLN berdiri di lahan mereka. Belasan tiang beton milik PLN itu dipasang tanpa seizin mereka. 

Petani Madiun Keluhkan Pemasangan Tiang Listrik PLN di Sawah Mereka, Minta Dicabut atau Kompensasi

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved