Rabu, 13 Mei 2026

Berita Jember

Kisah Perajin Makrame Asal Jember, Banyak Diminati Warga Asing

Makrame adalah kerajinan seni menganyam atau membuat simpul tali. Usaha yang ditekuni Meli dan keluarganya itu sudah 10 tahun berjalan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sri wahyunik
Meli Andani dan Rosyidi, menunjukkan kerajinan makrame mereka 

"Sudah ada yang ngirim dari Bali. Kalau di Jember, harga benangnya masih mahal," imbuhnya.

Sepekan sekali, Meli mengirimkan barang ke Bali sebagai lokasi utama pemasaran.

Dia bisa mengirimkan barang sejumlah 75 biji hingga 150 biji setiap satu kali pengiriman.

"Sejak kami gagas 10 tahun lalu, minat pasar masih bagus. Apalagi tiga tahun terakhir ini, kerajinan makrame ini booming," tegas ibu dua anak ini.

Meli dan suaminya, Rosyidi (37), dibantu oleh 30an orang perajin makrame di sekitar rumahnya.

Pekerja itu tidak melulu membantunya memproduksi makrame.

Jika mereka memiliki pekerjaan saat musim tembakau, maka jumlah pekerja berkurang.

Jika tidak musim tembakau, maka banyak orang bekerja kepada Meli.

Meli membuat pola, desain, dan mengajari pekerjanya mengerjakan makrame.

Dia juga mengawasi proses produksi.

Setiap satu biji kerajinan makrame membutuhkan waktu pengerjaan beragam.

"Kalau yang simpel bisa sehari dapat tiga produk. Kalau yang besar dan agak banyak polanya, seperti ayunan bisa membutuhkan waktu dua hari sampai tiga hari," imbuhnya.

Meli secara bangga menyebut kerajinan makrame ramah lingkungan.

"Karena awet bisa dipakai berkali-kali, kalau kotor tinggal dicuci saja," pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved