Minggu, 10 Mei 2026

Kilas Balik

30 Prajurti ABRI Berangkat Cuma 9 Orang yang Selamat, Begini Sengitnya Pertempuran di Timor Timur

30 Prajurti ABRI Berangkat Cuma 9 Orang yang Selamat, Begini Kisah Sengitnya Pertempuran di Timor Timur

Tayang:
Capture Youtube via Tribun Jambi
(Foto ilustrasi) 30 Prajurti ABRI Berangkat Cuma 9 Orang yang Selamat, Begini Sengitnya Pertempuran di Timor Timur 

Didin Somantri ingat betul, saat itu dirinya diminta mengawal Edi Sudrajat, yang saat itu pasukannya juga masuk ke lereng Gunung Tiba Silo.

Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti Kol Jonathan Binsar Sianipar menyambut kedatangan 600 personel TNI di Timika, Sabtu (9/3/2019)
Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti Kol Jonathan Binsar Sianipar menyambut kedatangan 600 personel TNI di Timika, Sabtu (9/3/2019) (Antara Foto)

Di sana banyak mata-mata orang sipil, bahkan perempuan yang membawa granat.

Maka sebagai pengawal, Didin Somantri yang juga jago bela diri ini tetap siaga.

Oleh karena itu, menurut Didin Somantri, untuk memenangkan pertempuran di tempat itu membutuhkan taktik yang jitu.

Alasannya, musuh saat itu tidak hanya manusia, melainkan juga alam dan penyakit.

7 Prajurit ABRI Digempur Ratusan Fretilin

Pertempuran tak kalah sengit juga dialami Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501

Tujuh prajurit ABRI dari Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501, harus bertahan mati-matian saat menahan gempuran Fretilin

Bukan tanpa alasan para prajurit Yonif Linud 501 tersebut tak berkutik, musuh yang mereka hadapi saat itu jumlahnya mencapai ratusan

Meski pada akhirnya mereka dapat melawan balik berkat bantuan pasukan marinir

Dilansir dari SOSOK.grid.id dalam artikel 'Sengit! Kisah Pertempuran Marinir Indonesia Menyapu Habis Kombatan Timor Timur : Maju Terus!', kronologinya berawal saat pasukan dari Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501 berangkat dari markasnya menuju Baucau, Timor-Timur pada bulan Maret 1983

Yonif Linud 501 saat itu dipimpin oleh Letkol Inf Sujana.

Misi mereka ialah mengadakan kontak damai dengan para milis kemerdekaan Timtim.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kolase KOMPAS.com/HADI MAULANA dan Tribun Jambi)

Pada 9 Maret 1984, Wakil Komandan Batalyon Mayor Inf Wibisono memerintahkan Serda Trilis untuk menjemput dan mengawal Panglima ABRI Benny Moerdani dalam rangka kunjungan di Timtim.

Serda Tilis beserta 8 personel Yonif Linud 501 bergerak menuju distrik Viqueque menggunakan 4 kendaraan Land Rover untuk menjemput Benny Moerdani.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved