Jumat, 15 Mei 2026

Citizen Reporter

Belajar Pengelolaan Sampah dari Malaysia

Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) mengundang pakar dari Malaysia untuk belajar pengelolaan sampah dari negara itu.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Eka Imbia Agus Diartika/citizen reporter
Belajar Pengelolaan Sampah dari Malaysia 

SURYA.co.id - Saat ini, sampah menjadi isu yang sangat menarik diperbincangkan.

Permasalahan sampah tak kunjung usai dari waktu ke waktu.

Contohnya yaitu pencemaran sampah di sepanjang garis pantai hingga menjadikan Indonesia disebut sebagai surga sampah plastik.

Tak hanya itu, pencemaran juga terjadi di daerah perindustrian, seperti pencemaran logam berat merkuri dan besi.

Maka dari itu, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) mengundang pakar dari Malaysia untuk belajar pengelolaan sampah dari negara itu.

Zalina binti Mahmood dari Universiti Malaya, Malaysia berbagi ilmu mengenai pengelolaan sampah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM, Rabu (6/11/2019).

Penyampaian materi dimulai dari pemutaran video mengenai kasus pencemaran merkuri di Jepang yang mematikan banyak nyawa karena menderita penyakit minamata, yaitu kejang-kejang, lumpuh, dan akhirnya meninggal. Sangat mengerikan.

Begitulah salah satu dampak dari pencemaran merkuri.

Setelah itu, dipaparkan mengenai isu tentang sampah di Malaysia.

Beberapa permasalahan sampah di Malaysia ialah adanya kesenjangan dalam kebijakan, pedoman, standar, dan tata kelola yang tepat; minimnya sumber daya pengelola sampah (teknisi dan tenaga terampil); dana yang tidak mendukung untuk implementasi; serta adanya kesenjangan dalam praktik manajemen data, seperti kurangnya sistem data yang tepat dan kurangnya fasilitas pendukung.

Terdapat enam pengelolaan sampah di Malaysia, yaitu generasi, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan, serta pembuangan sampah.

Generasi sampah yaitu menghitung jumlah sampah sebelum pengomposan, pembakaran, penimbunan, atau daur ulang.

Penyimpanan sampah dilakukan dengan menahan sementara sampah padat sebelum pengumpulan dan pembuangan.

Pengumpulan sampah yaitu membuang sampah padat dari tempat sumber penghasil utama ke tempat pembuangan sampah padat.

Pemindahan dan pengangkutan sampah dilakukan dengan sampah dari kendaraan kecil ke truk besar untuk diangkut ke tempat pembuangan sampah, pusat daur ulang, dan tempat pembuangan lainnya.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved