Sambang Kampung
Hindari Penyakit, Warga Kampung Dinoyo Sekolahan Tanam Toga
Memanfaatkan obat dari alam, itulah yang dilakukan warga Kampung Dinoyo Sekolahan Gang III RT 04 RW 04 Kelurahan Keputran.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Memanfaatkan obat dari alam, itulah yang dilakukan warga Kampung Dinoyo Sekolahan Gang III RT 04 RW 04 Kelurahan Keputran.
Selain suasananya yang rindang dan bebas sampah. Kampung tersebut juga menyediakan beragam tanaman obat keluarga (toga).
Oleh warga, tanaman yang berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tersebut terus dibudidayakan agar memberi manfaat secara berkesinambungan.
"Kampung ini memiliki 25 jenis toga, bahkan lebih. Dari dulu, warga gemar menanamnya. Kemudian sejak 2010, sebagian besar tanamannya kami letakkan dalam satu area" ungkap Samiati, ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Keputran Surabaya sambil menunjuk area toga berukuran enam kali satu meter, Rabu (6/11).
Aneka toga yang ditanam, di antaranya yaitu daun dewa, kencur, dan jahe. Ada juga kumis kucing, kunir, serai, pandan dan temu hitam. Tak ketinggalan asam jawa, cincau, dan beragam toga lainnya.
"Warga memanfaatkan toga untuk pengobatan. Misalnya, menyembuhkan panas dalam dengan kunyit yang dicampur madu," kata Samiati.
Melalui gerakan menanam toga di area kampung, ia berharap, warga terus bisa memanfaatkannya sebagai obat sehingga tidak sedikit-sedikit beli obat di luar.
"Terlalu banyak mengonsumsi obat juga berdampak ke lambung dan ginjal. Oleh karenanya, kami berupaya menghadirkan toga agar bisa dimanfaatkan warga," Samiati menerangkan.
Meski masih belum seratus persen lengkap, ia mengatakan bahwa warga menyambut positif kehadiran toga tersebut.
"Semoga ke depannya kami bisa menambah jenis toga yang baru. Kami akan mencari tanaman apa yang bermanfaat untuk kami tambahkan," ungkapnya.
Selain sebagai obat, toga di Kampung Dinoyo Sekolahan Gang III RT 04 RW 04 Kelurahan Keputran ini juga dimanfaatkan warga sebagai bahan campuran dalam membuat kue dan masakan lainnya.
Seperti yang dilakukan Yati, pelaku UMKM. Ia mengatakan, kerap memanfaatkan pandan sebagai bahan membuat kue.
"Setiap membuat kue, seperti kue lapis, wafel, dan sebagainya, saya selalu mengambil pandan di sini. Selain lebih enak, pandan membuat kue menjadi lebih harum," katanya
Suburkan dengan Pupuk Sendiri
Untuk menyedediakan hara bagi tanaman, warga kampung RT 04 RW 04 Kelurahan Keputran memanfaatkan pupuk olahan sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/toga-di-kampung-dinoyo.jpg)