Kilas Balik
Grup 1 Kopassandha Diberondong Tembakan Pasukan Elite Didikan Portugis, Belasan Prajurit Gugur
Grup 1 Kopassandha Diberondong Tembakan Pasukan Elite Didikan Portugis, Belasan Prajurit Gugur. Berikut kisah pertempuran mereka
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Grup 1 Kopassandha (sekarang Kopassus) mengalami pertempuran sengit saat diterjunkan di Timor Timur
Prajurit-prajurit andalan ABRI ini diberondong tembakan oleh pasukan elite didikan Portugis yang bernana Tropaz
Seperti dilansir dari buku 'HARI H 7 DESEMBER 1975 - REUNI 40 TAHUN OPERASI LINTAS UDARA DI DILI TIMOR PORTUGIS' yang disunting Atmadji Sumarkidjo dan diterbikan penerbit Kata, kala itu pasukan Tropaz dan Fretilin melakukan aksi bersenjata di Dili, Timor Timur
Prajurit Kopassandha harus menghadapi pasukan gabungan pemberontak Fretilin dan Tropaz yang merupakan didikan Portugis.
• Soeharto Menyesal karena Mengabaikan Teguran Panglima ABRI, Isinya Soal Bisnis Keluarga Cendana
• ABRI Sempat Ditertawakan Saat Gempur Benteng Terkuat Fretilin, Endingnya Pemberontak Kocar-kacir
• Video Panas Gadis Tuban di WhatsApp (WA) Jadi Alat Permalukan Korban, Pelaku Pria Surabaya
• Viral di Facebook Wanita Sumedang Melahirkan Bayi Tanpa Hamil, Pengakuannya Bikin Bulu Begidik

Tropaz memang pasukan elite yang kenyang dengan pengalaman tempur gerilya.
Kronologinya berawal pada 7 Desember 1975, ABRI menggelar operasi lintas udara terbesar untuk menguasai Kota Dili, Timor Portugal.
Jumlah pasukan yang diterjunkan 270 orang Prajurit Para Komando dari Grup I Kopassandha (kini Kopassus) dan 285 prajurit Yonif 501.
Banyak kelemahan dari operasi penyerbuan itu, seperti data intelijen yang salah.
Data intelijen menyebutkan musuh yang menjaga Kota Dili hanya sekelas dengan Hansip. Ini salah besar.
Pasukan ABRI sudah ditembaki saat masih melayang di udara.
Pilot TNI AU terpaksa membatalkan sejumlah penerjunan karena pesawat diberondong tembakan dari bawah.
Seorang load master di dalam C-13 Hercules tewas tertembak.
Akibatnya 72 prajurit Kopassandha batal diterjunkan.
Para prajurit yang terjun juga tak bisa membalas tembakan karena senapan AK-47 mereka masih terikat di paha.
Begitu mendarat mereka langsung mencari kelompoknya dan terlibat dalam pertempuran sengit.