Citizen Reporter

Kenalkan Kuliner khas Tradisional Indonesia di Traditional Food Short Course 2019

Program itu dibimbing tenaga pendidik Teknologi Industri Pertanian (TIP) UB. Pesertanya dari India, Filipina, dan Amerika Serikat selama seminggu

Kenalkan Kuliner khas Tradisional Indonesia di Traditional Food Short Course 2019
ist/citizen reporter
Kenalkan Kuliner khas Tradisional Indonesia di Traditional Food Short Course 2019 

SURYA.co.id - Supaya makanan tradisional Indonesia dikenal di kancah internasional, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan Indonesia Traditional Food Short Course 2019.

Program itu dibimbing tenaga pendidik Teknologi Industri Pertanian (TIP) UB. Pesertanya dari India, Filipina, dan Amerika Serikat selama seminggu (7-13/10/2019).

Acaranya mulai dari diskusi pangan tradisional berbasis nabati, pangan tradisional berbasis hewani, pangan fermentasi Indonesia, berkunjung ke produksi putu lanang dan tiwul, ke pasar tradisional, industri keripik tempe, kebuh teh Wonosari, serta praktik membuat klepon.

“Kami mengenalkan berbagai olahan makanan dan minuman tradisional Indonesia. Ada yang terbuat dari umbi-umbian, makanan fermentasi seperti tempe, minuman lokal seperti beras kencur, mengenalkan klepon dan tiwul, hingga berkunjung ke industri pengolahan tempe, susu, dan teh," kata Wike Agustin Prima Dania, dosen TIP FTP UB.

Wike menambahkan, agenda itu akan dilakukan setiap tahun dengan topik yang berbeda agar diminati kaum akademisi dunia.

Sementara itu, Benjamin L Pecayo dari Northwest Samar State University Filipina mengaku sangat tertarik mempelajari pangan lokal Indonesia karena memiliki perbedaan signifikan dengan makanan Filipina.

Ia ingin bertukar informasi mengenai pengolahan, penyajian makanan, dan teknologi pangan Indonesia.

“Dari konferensi saya mendapatkan banyak informasi dan inovasi teknologi dalam pengolahan pangan. Kami berharap ke depannya dapat berkolaborasi dalam bidang riset pangan dan kolaborasi pengembangan alat teknologi pangan untuk kemajuan pangan di Filipina,” ungkap Benjamin.

Dia juga mengatakan, para peserta tidak saja bertambah wawasannya tentang rasa pangan khas Indonesia, tetapi juga bagaimana nutrisi, sejarah, hingga ke dunia industri.

"Intinya seluruh peserta akan mendapat wawasan tentang pengenalan dasar, aspek kesehatan, dan proses produksi yang terlibat dalam mempertahankan kelayakan makanan tradisional Indonesia yang bagus diterapkan di era industri 4.0 seperti saat ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved