Berita Sumenep

BNN Sumenep Gagalkan Transaksi Narkoba, Pelaku Ngaku Dapat dari Bandar di Sampang

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggagalkan transaksi 20,06 gram sabu.

BNN Sumenep Gagalkan Transaksi Narkoba, Pelaku Ngaku Dapat dari Bandar di Sampang
tribun jatim/ali syahbana
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno saat menggelar pers rilis di kantor BNN Kabjpaten Sumenep, tepatya di jalan Seludang, Jumat (18/10/2019). 

SURYA.co.id | SUMENEP - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggagalkan transaksi 20,06 gram sabu.

Satu orang tersangka yang ditangkap terkait peredaran gelap narkoba, yakni berinisial S (49) asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih ditangkap, Selasa, (15/10/2019) pukul 10.00 WIB.

Kepala BNN Kabupaten Sumenep, Bambang Sutrisno menyampaikan kronologis penangkapan tersangka, berawal informasi masyarakat jika di tempat kejadian perkara di Desa Kolpo, Kecamatan Batuputih dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu.

"Dari informasi masyarakat itu, petugas kami melakukan penyelidikan dan benar jika ada peredaran gelap narkoba. Satu orang tersangka berinisial S berhasil diamankan," kata Bambang Sutrisno, Jumat (18/10/2019).

Bambang Sutrisno menyampaikan, jumlah total kepemilikan barang haram sabu yang diamankan dari tersangka ini seberat 20,06 gram.

Selain itu juga kata Bambang Sutrisno, diamankan belasan poket klip plastik, alat komunikasi, uang serta barang bukti (BB) lainnya.

"Sebanyak 15 poket klip plastik dengan berat rata-rata setiap klip di atas 1 gram lengkap dengan timbangan electrik. HP serta uang hasil penjualan sebesar Rp 300.000," ungkapya.

Ditanya dapat dari siapa barang haram itu, Bambang Sutrisno mengaku jika tersangka mendapat narkoba berasal dari bandar di Kabupaten Sampang, Madura, mlalui jasa seorang kurir.

"Kurir sebagai penyambung dari bandar asal Sampang identitasnya sudah kami kantongi, saat ini sudah kami koordinasikan dengan BNNP Jawa Timur untuk dikembangkan," katanya.

Dari pengakuan tersangka, S menjalankan bisnis gelap narkoba empat bulan lamanya, uang hasil mengedarkan sabu kemudian ditabung untuk membeli kembali dalam jumlah banyak.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved