Senin, 13 April 2026

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 Kembali Hadir di Surabaya

Surabaya kembali terpilih sebagai tempat untuk audisi umum beasiswa Bulutangkis 2019, lantaran telah lahirkan banyak atlet bagi Indonesia.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Akira Tandika
SURYA.co.id/Khairul Amin
Director bakti olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin (tengah) di Hotel Alimar, Surabaya, Sabtu (19/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Audisi umum Beasiswa Bulutangkis 2019 kembali hadir di Surabaya.

Ini merupakan kota ketiga, dari agenda enam kota rangkaian audisi Beasiswa Bulutangkis tahun 2019.

Sebelumnya, audisi ini sudah digelar di Bandung Jawa Barat (28-30 Juli) dan Mojokerto Jawa Timur (8-10 September) lalu.

Untuk di Surabaya sendiri akan dilangsungkan di GOR Sudirman pada 20-22 Oktober 2019 besok.

Kembali terpilihnya Surabaya sebagai tempat kota audisi, disampaikan program director bakti olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, karena kota Pahlawan ini sudah melahirkan pahlawan bulutangkis bagi Indonesia.

Seperti Rudy Hartono yang berhasil mempersembahkan gelar juara all england sebanyak delapan kali serta Alan Budikusuma yang mempersembahkan medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.

"Wilayah Surabaya dan Jawa Timur merupakan lumbung bibit pebulutangkis yang berkualitas, sudah terbukti di level dunia," terang Yoppy di Hotel Alimar, Surabaya, Sabtu (19/10/2019).

Sementara lingkup Jawa Timur, di level junior terdapat nama Febriana Dwipuji Kusuma, dara kelahiran Jember yang berhasil meraih medali perak dalam turnamen Word Junior Championships 2019.

Dalam turnamen ini, Febriana sekaligus menjadi sosok yang mengunci kemenangan Tim Beregu U-19 Indonesia atas Tiongkok. Ini menjadi gelar pertama skuad Merah Putih berhasil meraih gelar Piala Suhandinata yang sudah dirindukan sejak 17 tahun.

Selain dua nama tersebut, juga ada Kevin Sanjaya, pebulutagkis putra Indonesia asal Banyuangi Jawa Timur.

“Untuk itu kami kembali ke Surabaya untuk menemukan pahlawan bulutangkis baru Indonesia dimasa yang akan datang,” tambah pria yang juga menjabat sebagai ketua dari PB Djarum tersebut.

Selain sisi sejarah, audisi di Surabaya selalu menyedot anemo tinggi, musim 2018 lalu, berdasarkan informasi dari pihak PB Djarum, sebanyak 861 peserta ikut mengikuti seleksi.

Dimana dari jumlah tersebut, 26 atlet yang lakukan audisi di Surabaya berhasil melaju ke babak final yang dilangsungkan di Kudus, Jawa Tengah.

Berbeda dengan tahun lalu, audisi tahun ini hanya difokuskan untuk dua kelompok usai yaitu U-11 dan U-13 baik putra maupun putri.

Dengan fokus pada dua kelompok ini PB Djarum berharap bisa secara maksimal mengasah bakat dan mental atlet sejak dini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved