Berita Probolinggo

Wujudkan Swasembada Daging Nasional, Japfa Kembangkan Sapi Jenis F1 Nelore

Untuk pertama kali di Indonesia, Santori mengembangbiakan sapi asal Amerika-Brazil yaitu jenis F1 Nelore.

Wujudkan Swasembada Daging Nasional, Japfa Kembangkan Sapi Jenis F1 Nelore
surya.co.id/galih lintartika
Pimpinan PT Santosa Agrindo (Santori), anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), mitra peternak dan media melihat sapi jenis F1 Nelore yang dikembangbiakkan. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - PT Santosa Agrindo (Santori), anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging.

Dukungan ini dilakukan secara real. Untuk pertama kali di Indonesia, Santori mengembangbiakan sapi asal Amerika-Brazil yaitu jenis F1 Nelore.

Pengembangbiakan sapi jenis ini diyakini bisa mendongkrak sekaligus percepatan pertumbuhan sapi.

Dalam tahap awal ini, Santori sudah mengimpor 5000 pcs semen Nelore yang sudah dikawinkan dan disilangkan dengan sapi ex-impor jenis Brahman Cross di tahun 2017.
Setelah itu, hasil persilangan dan pengawinan ini membuahkan hasil yang menggembirakan.

Safuan Kasno, Head of Cattle Fattening PT Santosa Agrindo menjelaskan, di Feedlot Santori Probolinggo, pihaknya terus melakukan research dan pengembangan bagaimana memajukan industri pembibitan sapi indukan.

Ia menerangkan, research ini dilakukan untuk menghasilkan jenis sapi yang produktif, baik, dan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging nasional.

"Kami optimis, melalui sapi F1 Nelore ini, angan-angan swasembada sapi bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai. Sapi ini bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah pangan yang menjadi prioritas utama pemerintah," jelasnya.

Ia menerangkan, banyak keunggulan mengembangbiakkan sapi jenis ini.

Kata dia, sapi ini bisa bertahan pada iklim Indonesia yang tropis, memiliki rasio keberhasilan reproduksi yang tinggi, memiliki naluri keibuan yang baik dalam merawat anak-anaknya.

Selain itu, kata dia, jenis sapi baru ini lebih tahan terhadap penyakit dan parasit, dibandingkan dengan sapi-sapi yang biasa dikembangbiakan di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved