Minggu, 3 Mei 2026

Travel

Pesona Pantai Tanjung Layar Lebak Banten, Menunggu Sunset di Antara Dua Batu

Salah satunya Pantai Tanjung Layar, dengan batu kembar menjulang berbentuk layar yang menjadi ikon Sawarna.

Tayang:
Penulis: Tri Dayaning Reviati | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/tri dayaning reviati
Pengunjung menangkupkan tangannya seolah-olah memegang matahari yang akan terbenam. 

SURYA.co.id | LEBAK - Jalan panjang berliku dari Jakarta menuju Sawarna, melalui banyak tanjakan dan tikungan tajam, benar-benar terbayar.

Cuaca cerah dan pemandangan pantai yang indah menyapa usai menempuh jarak sekitar 220 kilometer (km) atau hampir lima jam melalui beberapa titik kemacetan, untuk sampai di desa yang berada di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten ini.

Kawasan ini memang menyimpan pesona alam tersendiri. Terutama pantai-pantainya.

Salah satunya Pantai Tanjung Layar, dengan batu kembar menjulang berbentuk layar yang menjadi ikon Sawarna.

Tanjung Layar bukan satu-satunya pantai di sini, masih ada Pantai Ciantir dan Pantai Karang Taraje.

Letak antara satu pantai dengan pantai lain tak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 10 menit mengendarai motor.

Selain tiga pantai yang letaknya berdekatan, ada pula Pantai Karang Bokor, Karang Seupang, Teluk Lebon Pari.

Dari akses masuk ada dua alternatif bisa dipilih untuk menuju Pantai Tanjung Layar.
Jalan kaki sekitar 2 km atau memanfaatkan jasa ojek setempat. Ongkos yang ditarik Rp 10.000 per orang sekali jalan, untuk sekitar 15 menit perjalanan.

Alternatif kedua pun jadi pilihan. Tak semata hemat tenaga, tetapi alasan lain, menghidupkan perekonomian warga setempat.

"Tanjung Layar yang bagus, banyak pengunjung yang memilih ke sini," ujar Dadang, ojek yang mengantar, Sabtu (14/9/2019) jelang sore.

Di balik penanda setinggi satu meter bertulis, Tanjung Layar, mata langsung terpusat pada dua batu kembar menjulang.

Pecahan karang terhampar luas di sekitarnya. Sore itu, air laut sedang surut.
Karenanya, pengunjung bisa leluasa melewati hamparan karang untuk mendekati lokasi batu itu. Namun, sangat dianjurkan mengenakan alas kaki yang nyaman.

Di belakang batu kembar ini, tampak dinding batu karang memanjang berdiri kokoh seakan melindungi pantai dari terjangan ombak.

Sesekali, ombak ini menghantam dinding karang, menghamburkan air ke atas.

Bahkan, jika ombak sangat kuat, air yang menerjang dinding karang bisa membentuk air mancur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved