Sambang Kampung

Sambang Kampung RT 04 RW 06 Wonorejo Surabaya, Manfaatkan Rumah Kosong Jadi Kebun Sayur

Warga RT 04 RW 06 Wonorejo, Tegalsari, Surabaya, memanfaatkan lahan rumah kosong jadi kebun sayur

Sambang Kampung RT 04 RW 06 Wonorejo Surabaya, Manfaatkan Rumah Kosong Jadi Kebun Sayur
surya/delya octovie
Warga RT 04 RW 06 Wonorejo, Tegalsari, Surabaya memeriksa sayur dan buah yang mereka tanam di Kebon Alit, Senin (7/10/2019). Kebun sayur tersebut didirikan di rumah kosong yang tak berpenghuni. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebuah lahan di RT 04 RW 06 Wonorejo, Tegalsari, Surabaya, awalnya hanya rumah kosong yang dibiarkan begitu saja. Hingga pada 2014, muncul ide dari warga untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi kebun sayur dan buah yang diberi nama Kebon Alit.

Tak hanya itu, 'kamar' rumah tersebut juga difungsikan sebagai kolam lele dan dinding-dindingnya dihiasi tanaman hidroponik.

Wakil Ketua RT 04 RW 06 Wonorejo Surabaya yang sekaligus kader lingkungan, Yoyok Lesmono (46), mengatakan warga menyulap lahan kosong tersebut supaya lebih bermanfaat dan lahan jadi lebih bersih.

"Ini cara kami memanfaatkan lahan. Mumpung kosong kan. Dulu ini rumah, tapi bermasalah. Nah, ketimbang sia-sia, kotor, kami izin ke yang punya rumah untuk dijadikan kebun," tutur Yoyok, Senin (7/10/2019).

Ide ini disambut baik oleh sang pemilik.

Warga pun langsung berkreasi dengan berbagai jenis tanaman.

Sayur serta buah juga ditanam di sini, mulai dari semangka, timun, labu, terong, tomat, sawi, dan lain-lain.

Warga turut bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya untuk mendapatkan bibit-bibit  gratis.

"Hasil panen sayur dan buah untuk warga sendiri. Kalau lele juga dimakan sendiri sama warga. Dijual ke pasar susah, karena mereka rata-rata sudah punya langganan," sambungnya.

Yoyok menuturkan pihaknya masih ingin melanjutkan pemanfaatan lahan kosong tersebut.

Namun, muncul peringatan dari Pemkot Surabaya yang mau memblokir lahan bila lahan tersebut tetap kosong dan tidak didirikan bangunan.

"Padahal lahan ini milik orang, orangnya juga tidak keberatan. Beliau masih membangun rumah ini sedikit-sedikit. Kami berharap masih terus diberi izin berkebun di sini," ucapnya.

Ke depan, selain mengembangkan Kebon Alit, warga juga berencana memajukan lingkungan lewat pembuatan biopori.

Biopori utamanya dibangun di rumah warga yang masih punya sisa-sisa lahan.

"Kami rencana memperbanyak biopori. Komposter untuk tanaman segini banyak kurang maksimal. Jadi warga yang rumahnya ada sedikit lahan, sebisa mungkin dibuatkan biopori untum resapan air," jelas Indah.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved