DPRD Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak Ingin Maksimalkan Kaderisasi di Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mendampingi Ketua DPRD Jatim Kusnadi menemui ribuan mahasiswa unjuk rasa di Gedung DPRD Jatim.

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak Ingin Maksimalkan Kaderisasi di Jatim
surya.co.id/bobby constantine koloway
TEMUI MASSA - Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mendampingi Ketua DPRD Jatim Kusnadi menemui ribuan mahasiswa unjuk rasa di Gedung DPRD Jatim, Kamis (26/9). Bahkan, keduanya menyapa massa dengan menaiki mobil komando. Satu di antara tuntutan mahasiswa adalah menolak UU KPK dan menuntut Presiden melahirkan Perppu yang membatalkan UU KPK. 

SAHAT Tua Simanjuntak sebagai Sekretaris DPD Golkar sukses menjaga tren positif di Jawa Timur. Sukses membantu Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019, Sahat juga berhasil memimpin Golkar mempertahankan posisi lima besar perolehan kursi DPRD Jatim.

Dengan hasil ini, Golkar pun berhak mendapat kursi Wakil Ketua DPRD Jatim, dan juga pimpinan komisi. Tak mengherankan apabila Sahat pun didaulat menjadi Wakil Ketua DPRD jatim sekaligus Ketua Fraksi periode 2019-2024.

Sekalipun demikian, Sahat tahu benar bahwa regenerasi tetap harus berjalan. ”Kaderisasi tak bisa mendadak, namun harus berproses,” kata Sahat.

Misalnya, ia pun mulai mempersiapkan kaderisasi di di DPRD Jatim. Hal ini pula yang membuatnya pindah dapil di pemilu 2019.

Dari yang awalnya di Jatim 1 yang membawahi Surabaya berpindah ke Jatim 9 yang membawahi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, hingga Ngawi.

”Kalau saya tetap di Surabaya, kami kawatir tak ada regenerasi. Sehingga, kami pindah dapil dengan tujuan menambah kursi di dapil baru,” katanya.

Saat ini, pihaknya melihat gerakan sosial saat ini selalu dimotori oleh kaum muda. Misalnya saja, gerakan muda yang baru-baru ini digalang oleh kaum milenial.

”Kalau Golkar tak mempersiapkan kaum mudanya, maka Golkar juga akan ditinggal,” katanya.

Sehingga, tantangan Golkar berikutnya adalah menyiapkan kader dengan kapasitas seperti para pendahulunya.

“Kalau kami gagal melahirkan pemimpin berikutnya berarti kami gagal dalam memimpin partai,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved