Berita Jember

Tujuh Hari Berturut-turut, Kantor DPRD Jember Jadi Sasaran Unjuk Rasa Berbagai Elemen

Sudah tujuh hari lamanya, DPRD Jember menjadi sasaran demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat.

Tujuh Hari Berturut-turut, Kantor DPRD Jember Jadi Sasaran Unjuk Rasa Berbagai Elemen
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi (berdiri) bersama unsur pimpinan DPRD Jember menemui mahasiswa yang kembali mendatangi gedung dewan Jember, Selasa (1/10/2019) 

SURYA.co.id | JEMBER - Sudah tujuh hari lamanya, DPRD Jember menjadi sasaran demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat.

Demo hari ketujuh terjadi pada Selasa (1/9/2019) dari Aliansi Mahasiswa Jember.

Dari catatan Surya, demonstrasi di Jember secara beruntun terjadi mulai Senin (23/9/2019) lalu.

Pekan lalu, mulai hari Senin hingga hari Jumat, gelombang demonstrasi terus berjalan. Jeda hanya di hari Sabtu dan Minggu. Demonstrasi kembali terjadi pada Senin (30/9/2019) yang dilakukan oleh ribuan orang petani.

Kemudian, ratusan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Jember kembali turun jalan. Selama tujuh hari itu, gedung DPRD Jember menjadi sasaran aksi terus menerus.

Walhasil, anggota DPRD Jember yang baru dilantik pada 21 Agustus lalu, juga harus mengikuti 'kuliah' bersama mahasiswa dan petani. Mereka selalu menemui pada pendemo saat pendemo berkunjung ke gedung dewan.

Pun dalam aksi yang terjadi pada Selasa (1/10/2019) saat mahasiswa mendatangi gedung dewan. Aksi di hari ketujuh terbilang menelan waktu aksi terlama. Aksi dimulai pukul 10.00 Wib, dan berakhir menjelang pukul 15.00 Wib. Mahasiswa bertahan cukup lama di gedung dewan.

Sebab mahasiswa menginginkan seluruh peserta aksi masuk dan bertemu anggota dewan. Di sisi lain, ruang pertemuan gedung dewan tidak mencukupi untuk menampung semua pendemo. Setelah beberapa kali negosiasi, akhirnya unsur pimpinan dewan yang menemui mahasiswa di pelataran depan pintu masuk gedung dewan. Unsur pimpinan dewan ikut lesehan bersama pendemo.

Unsur pimpinan dewan yang menemui mahasiswa antara lain ketua dan wakil ketua DPRD Jember, ketua fraksi, ketua komisi, juga beberapa ketua alat kelengkapan dewan.

Selama negosiasi berlangsung, beberapa kali terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan polisi. Aksi saling dorong terjadi pertama kali di depan pintu gerbang DPRD Jember sisi barat. Mahasiswa belum dibolehkan masuk ke pelataran gedung dewan. Karena mahasiswa memaksa, akhirnya aksi saling dorong terjadi.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved