Citizen Reporter

Bhuju' Makam Sesepuh di Madura yang Dikeramatkan

Bhuju’ merupakan makam sesepuh di Madura yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Itu adalah orang yang berjasa bagi masyarakat di Madura.

Bhuju' Makam Sesepuh di Madura yang Dikeramatkan
ist/citizen reporter
Mahasiswa Trunojoyo bersama sesepuh desa, narasumber bhuju' 

SURYA.co.id - Bhuju’ merupakan makam sesepuh di Madura yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Itu adalah orang yang berjasa bagi masyarakat di Madura.

Seiring berkembangnya zaman, bhuju’ tidak lagi dikenal oleh masyarakat khususnya kalangan remaja. Namun, para mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura dapat mengenal bhuju’ melalui mata kuliah Madurese Studies.

Madurese Studies merupakan mata kuliah yang wajib diambil untuk mempelajari kebudayaan Madura. Para mahasiswa dituntut untuk mencari bhuju’ yang terpencil dan yang belum dikenal masyarakat Madura.

Tujuannya adalah agar bhuju’-bhuju’ yang belum dikenal masyarakat dapat dikenal lagi keberadaanya.

bhuju' atau makam sesepuh di Madura, yang nisannya selalu berbalut kain putih
bhuju' atau makam sesepuh di Madura, yang nisannya selalu berbalut kain putih (ist/citizen reporter)

Setelah itu, mahasiswa juga harus mencari informasi secara detail tentang bhuju’ yang akan diobservasi melalui juru kunci atau sesepuh yang mengerti sejarah bhuju’. Bhuju’ di Madura juga tidak semuanya terkenal. Hanya yang selalu terjaga dan memiliki juru kunci yang bisa mendatangkan peziarah dari dalam maupun luar daerah.

Bhuju’ Rajhungan yang berada di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan merupakan makam keramat yang sudah berusia puluhan tahun dan memiliki unsur religi yang kuat.\

Menurut orang-orang tua zaman dulu, di daerah Kampung Du’ur, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan pernah ada masalah yang sangat hebat. Semua orang atau semua masyarakat Madura tidak dapat menyelesaikan masalah itu. Akhirnya ada sebuah bhuju’ bernama Rajhungan. Dialah yang bisa menyelesaikan permasalahan hebat itu.

Menurut KH Abdul Hannan Suris selaku sesepuh yang ada di Desa Langkap, peninggalan dari bhuju’ Rajhungan berupa pekarangan. Namun, saat ini pekarangan itu sudah menjadi tempat pemakaman warga sekitar.

“Saat ini banyak juga peziarah yang berdoa sekaligus meminta ilmu di Bhuju’ Rajhungan agar menjadi orang yang pintar dan baik dalam segala hal. Namun, tidak banyak juga orang yang berkunjung bukan untuk berziarah meminta kebaikan tapi juga meminta hal negatif seperti meminta kekayaan dengan cara cepat,” katanya.

Bhuju’ Rajhungan merupakan bhuju’ yang memiliki unsur religi tinggi. Namun, bhuju’ Rajhungan kurang mendapat perhatian masyarakat menjadikannya seperti kurang terawat dan sekarang jarang sekali dikunjungi peziarah.

Bhuju’ merupakan tempat yang memiliki nilai religius yang kuat dan seharusnya bhuju’ tidak digunakan untuk hal yang negatif. Saat ini dan seterusnya, bhuju’ Rajhungan bukan hanya masyarakat Madura yang bisa merawat dan menjaga bhuju’ itu. Peziarah lain yang berasal dari luar Madura juga bisa merawat bhuju’ yang mereka kunjungi.

Rukmi Bintarti
Mahasiswa Sastra Inggris
Universitas Trunojoyo Madura
rukmi9991@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved