Berita Surabaya

299 Kader PKH se-Jatim Dilatih Aplikasi e-PKH Kemensos, ini Tujuannya

Kementerian Sosial (Kemensos) RI sosialisasi terkait aplikasi e-PKH (Program Keluarga Harapan) kepada para kader Sumber Daya Manusia (SDM) PKH.

surya.co.id/sri handi lestari
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat (duduk berkemeja putih) membuka pelatihan aplikasi e-PKH untuk 299 kader PKH se- Jawa Timur di Surabaya, Kamis (26/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Sosial (Kemensos) RI sosialisasi terkait aplikasi e-PKH (Program Keluarga Harapan) kepada para kader Sumber Daya Manusia (SDM) PKH.

Sosialisasi diikuti 299 kader se-Jatim ini untuk meminimalisir kesalahan penyaluran program yang menjadi tugas mereka pada 2020 mendatang.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan aplikasi berbasis digital e-PKH ini juga untuk meningkatkan akurasi data dan memastikan penyaluran bansos berjalan efektif termasuk di Propinsi Jawa Timur.

"E-PKH adalah terobosan berbasis digital yang dilakukan Kementerian Sosial yang membuktikan bahwa PKH telah siap menyongsong era insdustri 4.0, era big data, era internet. Sistem ini juga ditujukan untuk meminimalisir adanya bantuan yang salah sasaran," kata Harry di sela  pelatihan SDM e-PKH di Surabaya, Kamis (25/9/2019) malam.

Harry menjelaskan e-PKH semakin memudahkan proses validasi calon penerima PKH tanpa kertas dan berkas karena paperless, dapat menghitung bansos secara otomatis, dan dapat memasukkan hasil verifikasi komitmen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara cepat.

“Selain itu kami dapat menghitung bantuan sosial secara otomatis, memasukkan hasil verifikasi komitmen KPM secara cepat, pemutakhiran data secara langsung, monitoring pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara berkelanjutan diseluruh propinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Aplikasi e-PKH menjadi sangat penting sebagai alat dalam pencapaian target kinerja program.

Harry mengatakan, Kementerian Sosial pada 2019 menargetkan sebanyak 800.000 KPM akan lulus dari kepesertaan atau biasa disebut Graduasi Sejahtera Mandiri. Selanjutnya pada 2020 ditargetkan sebanyak 1 juta KPM tergraduasi secara mandiri.

"Selain menggunakan aplikasi ePKH, dalam mengejar graduasi juga dilakukan labelisasi terhadap rumah KPM," ungkap Harry.

Sementara itu terkait labelisasi keluarga pra sejahtera, merupakan bentuk sosialisasi yang diupaya Sumber Daya Masyarakat (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah mampu mempunyai budaya malu.

“Hal ini penting untuk menyadarkan mereka bahwa masih banyak keluarga tidak mampu lainnya yang mengantre untuk mendapatkan bantuan PKH,” kata Harry.

Sementara untuk meningkatkan perekonomian KPM PKH, dikatakannya melalui Family Development Session (FDS) atau Peningkatan Kemampuan Keluarga. Untuk itu SDM PKH, dikatakan Harry dituntut menguasai modul-modul FDS dengan baik sehingga dapat mengajarkan kepada KPM PKH.

“Pendamping dan operator PKH merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan PKH dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga tidak mampu menjadi keluarga yang sejahtera dan produktif,” tegasnya.

Saat ini di Jatim, jumlah KPM penerima PKH seluruh Jatim, mencapai 1.666.284.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved