Berita Pamekasan

Angka Tawuran Meningkat Dari Tahun ke Tahun, Ratusan Muda-mudi di Pamekasan Ikrar Anti Tawuran

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka tawuran di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Angka Tawuran Meningkat Dari Tahun ke Tahun, Ratusan Muda-mudi di Pamekasan Ikrar Anti Tawuran
surabaya.tribunnews.com/muchsin
Ketua Yayasan Wakaf Taufiqus Shibyan, Pamekasan, Akh Fakih, dengan berapi-api mengajak pemuda Pamekasan anti tawuran. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Sekitar 350 pemuda dan pemudi di Pamekasan Madura, mengucapkan ikrar sumpah dan janji sebagai Pemuda Anti Tawuran (Pantau) di depan asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Olah Raga RI.

Ikrar ini disampaikan di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Pamekasan, Minggu (22/9/2019).

Pengucapan ikrar dan sumpah ratusan pemuda pemudi, dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang tersebar di Pamekasan ini, digagas Yayasan Wakaf Taufiqus Shibyan, Pamekasan.

Dalam ikrarnya, mereka menyatakan dengan tegas menolak semua jenis tawuran antar pemuda, karena dianggap tindakan itu merugikan semua pihak.  

Kepala Bidang Penghayatan dan Pengarahan Imtaq Kemenpora RI, Nur Chairiyah mengatakan, berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka tawuran di Indonesia kian meningkat dan naik 1,5 persen.

Pada 2017, angka tawuran sebanyak 12,9 persen. Namun di sepanjang 2018 lalu, naik menjadi 14 persen.

“Melihat angka tawuran yang naik ini kita benar-benar miris, semoga ke depan tawuran di negeri ini menurun. Mudah-mudahan di Pamekasan tidak ada tawuran dan diharapkan Pamekasan menyebarkan virus positif, virus kebaikan, virus kenyamanan bagi keluarga dan lingkungan,” ujar Nur Chairiyah.

Menurut Nur Chairiyah, di Indonesia, Pamekasan menjadi salah satu dari enam titik yang dijadikan pilot project pemuda anti tawuran.

Kepala Bagian SDM Aparatur dan Arsip di Sesdep Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora RI, Supadi, yang membuka acara Pantau ini, mengajak pemuda Pamekasan, semangat persatuan dan kesatuan dibina terus,  sehingga tidak ada pihak luar yang memanfaatkan dan menginginkan tidak bersatu dan terpecah belah.

Ketua Yayasan Wakaf Taufiqus Shibyan, Pamekasan, Akh Fakih mengungkapkan, saat ini Pamekasan satu-satunya di Jawa Timur yang pemuda dan pemudinya mencangkan diri sebagai Pantau. Sebab selama ini, boleh jadi di Pamekasan, sering terjadi tawuran. Sehingga ke depan generasi pemuda di Pamekasan, menjadi generasi emas  yang tangguh dan handal.

“Ke depan, kami siap mengawal pemuda Pamekasan di masa depan untuk menjadi generasi milenial anti tawuran. Agar menjadi manusia yang taat kepada agama dan bangsa. Dan bagaimana mungkin, kita bisa taat kepada Allah, kalau selalu tawuran,” ujar Akh Fakih, dengan suara meledak-ledak, memberi semangat kepada ratusan pemuda.

Penulis: Muchsin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved