Kamis, 23 April 2026

Bupati Jember & Relawan Bersih-bersih Sampah di Sungai Bedadung dalam Peringatan World Clean Up Day

Bupati Jember Faida bersama relawan membersihkan sampah di Sungai Bedadung, Jember, Sabtu (21/9/2019) dalam rangka World Clean Up Day.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Akira Tandika
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Bupati Jember Faida Faida bersama relawan membersihkan sampah di Sungai Bedadung, Jember, Sabtu (21/9/2019). Kegiatan bersih sungai dari sampah itu dalam rangka World Clean Up Day. 

SURYA.co.id | Jember - Bupati Jember Faida bersama relawan membersihkan sampah di Sungai Bedadung, Jember, Sabtu (21/9/2019). Kegiatan bersih sungai dari sampah itu dalam rangka World Clean Up Day, 21 September.

Di Kabupaten Jember, kegiatan bersih-bersih serentak dalam rangka World Clean Up Day dilakukan di tiga titik yakni di Sungai Bedadung Jl Imam Bonjol, Kaliwates, di sungai dekat Pasar Balung, juga sungai di sekitaran Tanoker Kecamatan Ledokombo.

Kegiatan ini diinisiasi oleh World Clean Up Day Indonesia (WCDI) yang bekerjasama dengan banyak komunitas di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Faida turut terlibat dalam pembersihn sampah di Sungai Bedadung di seputaran Jl Imam Bonjol, Kaliwates.

"Ini lingkungan kita, tempat tinggal kita, dan bumi kita. Kalau bukan kita yang menjaga, lalu siapa yang menjaganya, karena yang hidup dan berdiri di atasnya adalah kita semua," tegas Bupati Faida di sela-sela acara itu.

Selain ikut turun sendiri membersihkan sungai, Pemkab Jember juga membantu melalui pengerahan personel dari sejumlah instansi pemerintah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Peringatan Word Clean Up Day digelar di tiga tempat di Jember, yakni di Kecamatan Kaliwates, Balung, dan Ledokombo.

Gerakan ini adalah gerakan masyarakat yang dipelopori oleh para pemuda yang menjadi panitia dalam kegiatan itu.

Ada lebih dari 80 komunitas yang tergabung dalam gerakan tersebut. Bupati Faida menyebut hal itu merupakan bentuk kesadaran yang luar biasa.

"Para pemuda menyadari bersih-bersih lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah suatu kemajuan yang luar biasa, karena yang sulit adalah mengubah budaya," tegasnya.

Bupati Jember menyatakan, pemerintah telah membuat percontohan, yakni menempatkan lurah yang mengerti manajemen sampah. Ini bertujuan membentuk kelurahan percontohan di bidang pengelolaan sampah.

Pemerintah juga memilih pemuda yang bergerak untuk melakukan perubahan pada lingkungannya, menjadi pemimpin untuk perbaikan lingkungan masing-masing.

“Manajemen sampah adalah masa depan bersama. Kualitas hidup dan kebahagiaan manusia juga ditentukan oleh bersihnya lingkungan," imbuhnya.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Namun banyak pula anak muda dan komunitas yang mencintai lingkungan.

Oleh karena itu, Faida yakin lahirnya Perda soal sampah akan mendapat dukungan luar biasa. Jika lahirnya Perda itu mendapat dukungan penuh masyarakat, maka implemntasinya juga akan mendapatkan dukungan penuh masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved