Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER HARI ini, Penemuan Tengkorak Manusia & 2 RS akan Dilengkapi Fasilitas Nuklir

BERITA SURABAYA POPULER HARI ini, Penemuan Tengkorak Manusia & 2 RS akan Dilengkapi Fasilitas Nuklir

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
foto: istimewa
Tengkorak manusia yang ditemukan warga Tamkabrejo Sidoarjo di area tambak. 

SURYA.CO.ID - Simak Berita Surabaya Populer hari ini, Jumat, 20 September 2019 yang diantaranya ialah kronologi penemuan tengkorak manusia.

Tengkorak manusia tersebut ditemukan oleh seorang warga saat membersihkan lumpur di tambak milik Perumahan Pondok Candra Indah, Rabu (18/9/2019).

Selain itu, adapula berita terkait dua rumah sakit di Surabaya yang akan dilengkapi fasilitas kedokteran nuklir untuk perawatan penderita kanker.

Untuk berita selengkapnya, berikut telah SURYA.CO.ID rangkum Berita Surabaya Populer untuk Anda.

1. Kronologi Warga Desa Tambakrejo Sidoarjo Temukan Tengkorak Manusia saat Bersihkan Lumpur Tambak

Tengkorak manusia yang ditemukan warga Tamkabrejo Sidoarjo di area tambak.
Tengkorak manusia yang ditemukan warga Tamkabrejo Sidoarjo di area tambak. (foto: istimewa)

Agus Prabowo, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru terkejut saat membersihkan lumpur di tambak milik Perumahan Pondok Candra Indah, Rabu (18/9/2019) kemarin.

Pasalnya pria tersebut menemukan tengkorak kepala manusia terbenam dalam lumpur.

Kapolsek Waru, Kompol Saibani membenarkan penemuan tersebut.

"Iya memang benar, sekitar pukul 15.00 ditemukannya. Saat itu tambak sedang dibersihkan dari lumpur, mendadak alat serok yang digunakan membersihkan menghantam benda keras didalam lumpur," ujarnya kepada TribunJatim, Kamis (19/9/2019).

BERITA PERSEBAYA POPULER HARI ini, Beredar Hoax PSIS vs Persebaya Bisa Ditonton & Prediksi Pemain

Pria ala Kolor Ijo Sasar Mama Muda & Gadis SMA di Purworejo: 11 Orang Korban, Tertinggal Jejak Kaki

Menjamu Persebaya, Pelatih PSIS Semarang Ingin Patahkan Tren Buruk Laga Kandang

Ikuti Fit And Proper Test di PDIP, Bendahara PAN Jatim Usung Tuban Melesat

Ia menjelaskan seketika itu, orang yang sedang membersihkan lumpur mengangkat benda yang dikiranya batu tersebut.

"Saat diangkat ternyata kepala tengkorak manusia. Yang kondisinya sedang terendam lumpur itu," tambahnya.

Seketika itu, saksi langsung melaporkan penemuan tersebut ke pihak petugas kepolisian setempat.

Dan tak berselang lama, petugas dari Mapolsek Waru dan tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Tengkorak sendiri langsung diangkut dan dibawa ke RS Bhayangkara
Polda Jatim untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Sudah diserahkan ke rumah sakit untuk diselidiki tim ahli. Karena kondisi hanya tinggal tengkoraknya saja," pungkasnya.

2. Dua Rumah Sakit di Surabaya Akan Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir Untuk Tangani Pasien Kanker

2 Rumah Sakit di Surabaya Akan Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir Untuk Tangani Pasien Kanker
2 Rumah Sakit di Surabaya Akan Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir Untuk Tangani Pasien Kanker (Foto: istimewa)

Dua rumah sakit daerah di Surabaya akan dilengkapi fasilitas Kedokteran Nuklir yang diklaim mampu menangani pasien kanker.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terkait penambahan fasillitas kesehatan di RSUD dr Soewandhie dan RSUD Bhakti Darma Husada (BDH).

Sebelumnya, Risma telah bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk segera merealisasikan konsep ini.

Risma mengaku kasihan pada sejumlah pasien kanker yang harus mengantre untuk melakukan radioterapi di rumah sakit.

“Saya kasihan kepada para pasien penyakit kanker yang menunggu antrean untuk radioterapi terlalu lama,” ujar Risma, seperti dikutip dari situs resmi PDI Perjuangan.

Selama ini, Risma melihat pasien kanker selalu menunggu antrean untuk melakukan radioterapi hingga empat atau lima bulan lamanya.

Lantaran hal itu, Risma kemudian tergerak untuk menciptakan inovasi pelayanan radioterapi.

Hal ini mengingat hanya beberapa rumah sakit di Surabaya yang menyediakan pelayanan tersebut.

“Nantinya ini akan sangat membantu pasien,” jelas wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Risma menambahkan, pihaknya akan memberikan pelayanan lain yang berbeda seperti, ruangan untuk radioterapi dan kedokteran nuklir didesain unik.

Hal itu agar pasien yang berobat tidak merasa sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendrig Winarto mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh dua program yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya itu.

“Sebenarnya nuklir itukan banyak manfaatnya, bisa digunakan energi bauran, termasuk kedokteran nuklir,” katanya.

Nantinya, di RSUD dr Soewandhi akan dilengkapi fasilitas radioterapi, sementara di RSUD BDH akan diberi fasilitas kedokteran nuklir.

3. Empat Sopir Truk Nyabu dalam Garasi Trailer di Kalianak Surabaya, Ngaku Ngumpet dari Polisi

Empat sopir truk yang ditangkap polisi gara-gara nyabu dalam garasi trailer di Kalianak, Kota Surabaya.
Empat sopir truk yang ditangkap polisi gara-gara nyabu dalam garasi trailer di Kalianak, Kota Surabaya. (tribun jatim/willy abraham)

Pesta narkoba yang digelar empat sopir di garasi truk trailer Jalan Kalianak Kota Surabaya, berakhir di kantor polisi.

Saat Korps Bhayangkara datang, mereka sedang duduk-duduk di garasi menikmati sabu yang baru saja mereka beli.

Melihat polisi menghampiri, mereka langsung lari kocar-kacir sambil teler. Mudah saja bagi petugas mengamankan keempat pria itu.

Mereka adalah M.S Alim (25) warga Panceng, Gresik, R. Wijaya (30) warga Jalan Lasem, C. Anwar (23) jalan Kertopaten dan G. Ahkam (40) warga Ngoro, Jombang, langsung dibawa menuju Mapolsek Krembangan. .

Barang bukti berupa satu poket sabu seberat 0,14 gram, satu poket sabu seberat bruto 0,10 gram, seperangkat alat hisap sabu dan tiga HP milik tersangka langsung diamankan.

"Mereka ngakunya buat tambah stamina saat kerja," ujar Kapolsek Krembangan Kompol Esti S Oetami, Kamis (19/9/2019).

Kepada petugas mereka mengaku menggelar pesta sabu di garasi agar tidak diketahui polisi.

Mereka membeli sabu dengan cara patungan dari uang hasil menjadi sopir truk.

Saat uang terkumpul, barulah mereka menghubungi Mat.

"Mereka beli sabu dari seseorang bernama Mat. Sekarang kita tetapkan Mat sebagai DPO," terangnya.

Kini, mereka harus mendekam di balik jeruji besi dan meninggalkan pekerjaannya sebagai sopir.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved