Senin, 13 April 2026

Berita Lamongan

PWI Lamongan Peduli, Droping Air Bersih ke Sejumlah Desa Selama Empat Hari

Droping air bersih kerja sama PWI Lamongan dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Droping air bersih oleh PWI Lamongan ke masyarakat yang mengalami krisis air bersih, Selasa (17/9/2019) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Belasan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan melakukan kegiatan sosial droping air bersih ke sejumlah desa di Lamongan yang mengalami krisis air, Selasa (17/9/2019).

Droping air bersih kerja sama PWI Lamongan dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ketua PWI Lamongan, Bachtiar Febrianto mengungkapkan, droping air bersih diawali di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Droping akan dilakukan selama empat hari di empat titik yang menjadi sasaran droping air.

Selain Desa Tambakrigadung Tikung, juga ke Desa Puter Kembangbahu, Rabu (18/9/2019).

Lalu Kamis (19/9/2019) ke Dusun Kemlaten Desa Kedungkumpul Sarirejo, dan Selasa (24/9/2019) ke Dusun Awar-Awar Desa Bulumargi Kecamatan Babat.

Di Desa Tambakrigadung, ada empat tangki air yang disalurkan ke masyarakat, di Perumahan Tambora dan Dusun Mbakboyo, dimana setiap satu tangki berisi 5.000 liter air bersih.

"Alhamdulillah kami bisa berbagi kembali untuk yang kesekian kalinya sebagai agenda rutin PWI Lamongan," katanya.

Dari pantauan di lapangan teman-teman waratawan mengaku cukup terharu dengan antusias warga yang dengan sukarela menunggu untuk mendapatkan air bersih.

Meski dengan keadaan panas seperti ini tidak menyurutkan mereka untuk mendapatkan air bersih, karena air yang ada di waduk dan embung desa sudah mulai kering.

"Alhamdulilah kami bisa berbagi meski hanya dengan memberikan air bersih, ini sudah sangat berkesan, apalagi air didapat dalam kondisi musim kemarau seperti saat ini," kata Febri.

Sementara itu, data yang dilansir Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan, kalau desa yang terdampak kekeringan di musim kemarau saat ini cukup banyak.
Setidaknya pada 17 September 2019 sudah ada 30 desa di 13 kecamatan yang wilayahnya kekeringan, dan warganya mulai kelimpungan karena krisis air.

Bahkan wilayah dan desa yang terdampak pada kekeringan akan terus bertambah.

"Kian hari kian meluas jumlah desa yang alami kekeringan dan krisis air bersih,"kata Mugito Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, melalui Muslimin Kasi Kedaruratan Bencana yang ikut langsung mengawal droping air bersama sejumlah wartawan yang tergabung PWI.

Bila dua pekan sebelumnya kata Muslimin, jumlah desa yang mengalami kekeringan sejumlah masih sekitar 20 an, sekarang sudah meluas menjadi 30, yang tersebar di Kecamatan Tikung, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Sarirejo, Modo, Bluluk, Sukorame, Kedungpring dan Sukodadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved