Jumat, 17 April 2026

Pilwali Surabaya 2020

Mantap Maju Pilwali Surabaya 2020, Gus Hans Siap Teruskan Program Green Smart City Risma

Wakil Ketua DPD Golkar Jatim, KH Zahrul Azhar Asad, mantap maju di Pilwali Surabaya 2020.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
surya/ahmad zaimul haq
KH Zahrul Azhar atau akrab disapa Gus Hans saat ditemui wartawan, Kamis (12/9/2019). Dalam pertemuan itu Gus Hans serius untuk maju pada Pilwali Surabaya 2020 mendatang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPD Golkar Jatim, KH Zahrul Azhar Asad, mantap maju di Pilwali Surabaya 2020. Pria yang biasa disapa Gus Hans ini berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, jika dirinya terpilih.

Gus Hans menyebut konsep green smart city yang digagas oleh Risma tidak akan selesai dalam dua periode kepemimpinan.

"Apa yang sudah dilakukan Bu Risma ini jika ingin disukseskan, tentu masih membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi, bisa 20 sampai 25 tahun," ucap Gus Hans, Kamis (12/9/2019).

Maju Pilwali Surabaya 2020, Gus Hans Enggan Manfaatkan Kedekatan Dengan Khofifah

Pengasuh Pondok Pesantren Queen Darul Ulum Jombang ini melanjutkan nantinya konsep yang telah dijalankan Risma akan dilanjutkan lebih terencana lagi sehingga bisa lebih merata.

"Mulai dari Benowo sampai daerah Rungkut. Kalau saat ini kan masih di beberapa daerah dan terpusat di situ saja. Bu Risma tidak salah karena Bu Risma bukan Superwoman yang bisa melakukan untuk semua daerah di Kota Surabaya dengan waktu yang relatif singkat," lanjutnya.

Seiring dengan pemerataan Infrastruktur tersebut, secara stimulan Gus Hans juga akan membangun mental dengan cara pembangunan karakter.

Pria yang pernah menjabat sebagai Jubir Khofifah-Emil saat Pilgub Jatim 2018 ini menilai, siapapun yang akan menjadi Wali Kota Surabaya tidak akan mengalami kendala yang berarti untuk merealisasikan rencananya, sebab partisipasi masyarakat di Surabaya tinggi.

"Kendala dalam setiap pemerintahan itu kan tidak adanya partisipasi masyarakat atau publik. Tapi kalau di Surabaya, dengan tingkat pendidikan yang tinggi dibandingkan daerah lain tentu partisipasi publik akan semakin tinggi dan mudah untuk membantu program pemerintah," tutupnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved