Berita Gresik

Gadis 25 Tahun yang Dibunuh di Gresik Tulang Punggung Keluarga, Seperti Ini di Mata Rekannya

Gadis 25 tahun di Gresik yang dibunuh itu tulang punggung keluarga, seperti ini kenangan rekan kerjanya

Gadis 25 Tahun yang Dibunuh di Gresik Tulang Punggung Keluarga, Seperti Ini di Mata Rekannya
SURYA.co.id/Sugiyono
Jasad HC yang ditemukan dalam Cafe Penjara Kabupaten Gresik (kiri) dan foto semasa hidupnya 

SURYA.co.id | GRESIK - Ibunda Hadryil Choirun Nisa'a (25), warga Dusun Ngering RT 2 RW I Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengaku kehilangan putrinya yang menjadi korban pembunuhan di Cafe Penjara

Maklum saja, gadis berusia 25 tahun itu merupakan tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia.

Ibunda Nisa di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik hanya bisa termenung di samping jenazah putrinya.

Ia tidak punya firasat apa-apa apabila putrinya akan meninggalkannya untuk selamanya.

"Nisa ini tulang punggung keluarga. Ayahnya sudah tidak ada. Anaknya kuliah sambil kerja. Juga membiayai sekolah adiknya yang sekarang baru lulus SMA," kata ibunda Nisa.

Sebelum kejadian Selasa (10/9/2019), iIbunda Nisa tidak curiga sebab sepulang kerja putrinya keluar rumah lagi untuk menemui Shalahuddin Al Ayyubi di Cafe Penjara.

Ayub sendiri masih berusia 24 tahun, tinggal bersama orang tuanya di Perum Banjarsari Asri, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik.

Kediaman Ayub dekat dengan Cafe Penjara yang sudah tutup setelah hari raya kemarin.

KTP Shalahuddin Al Ayyubi, pelaku pembunuhan pemilik Cafe Penjara di Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
KTP Shalahuddin Al Ayyubi, pelaku pembunuhan pemilik Cafe Penjara di Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019). (surya.co.id/sugiyono)

"Nisa juga tidak punya firasat apa-apa. Sebab, sudah kenal akrab dengannya. Jadi tidak ada curiga sama sekali," imbuhnya.

Bahkan, Ibunda Nisa'a juga heran dengan perbuatan Ayub yang membawa kucing untuk memancing putrinya masuk ke kafe.

"Kok tega sekali. Padahal orangtuanya juga pernah usaha bersama almarhum Bapak Nisa," katanya.

Tampak teman-teman kerja almarhumah hadir di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina untuk mengucapkan belasungkawa.

Teman-teman Nisa mengatakan, korban seorang pekerja yang rajin dan ulet. Sebab, selama 7 tahun bekerja dengan giat.

"Orangnya grapyak dan baik. Kemarin sore jam 16.00 WIB pulang kerja, kemudian mengantarkan teman pulang ke rumahnya. Kami masih tidak percaya atas musibah ini," kata teman kerja yang enggan menyebutkan namanya saat di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved