Sambang Kambung
Taman Hutan Raya Pakal Surabaya Bangkitkan Ekonomi Warga
Hadirnya Taman Hutan Raya Pakal turut membangkitkan ekonomi warga di kawasan RW 1 Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Hadirnya Taman Hutan Raya Pakal turut membangkitkan ekonomi warga di kawasan RW 1 Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.
Pasalnya, sejak ada penataan tiga bulan lalu, spot wisata ruang terbuka hijau ini cukup ramai didatangi pengunjung.
Hal ini dimanfaatkan warga untuk membuka lapak dan memberdayakan ekonomi warga dengan membuka sentra kuliner dan juga spot sarana edukasi.
Dengan kerjasama RW setempat untuk melakukan penataan, kini warga RW 1 bisa memanfaatkan sarana wisata ini sebagai pundi penghasil rejeki.
Salah satunya adalah Wahyuni, warga RT 2 RW 1 ini membuka spot edukasi mewarnai bagi anak di dalam Taman Hutan Raya Pakal. Setiap akhir pekan, banyak keluarga yang mengajak serta anak-anaknya untuk berekreasi murah meriah di Taman Hutan Raya Pakal ini.
Untuk itu, ia memanfaatkan momen akhir pekan untuk membuka lapaknya dengan membuka lapak mewarnai untuk anak dan juga menjual aneka mainan. Lumayan, setiap akhir pekan, ia bisa mendapatkan pelanggan sampai 20 orang anak.
"Saya membuka lapak ini sejak tiga bulan lalu saat wisata ini mulai ramai, dan alhamdulillah sekarang sudah lumayan banyak yang memanfaatkan layanan edukasi mewarnai ini," kata wanita yang akrab disapa Yuni ini.
Modal yang ia gunakan adalah papan mewarnai, cat air, pallet dan juga gabus bergambar karakter superhero dan juga karakter kartun yang menjadi idola anak.
Ada dua pilihan layanan yang ditawarkan, yaitu mewarnai di tempat atau mewarnai di rumah dengan dibawa pulang. Memang tidak mahal, pengunjung yang berminat cukup membayar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu setiap mewarnai.
Lebih dari itu Yuni mengaku bahwa spot wisata Taman Hutan Raya Pakal ini bisa menjadi pembangkit ekonomi warga. Sebab dengan banyaknya pengunjung yang datang, maka maka portensi untuk bisa mendapatkan pelanggan juga semkin tinggi.
Selain Yuni warga yang juga membuka lapak ada sekitar 20 orang. Warga yang lain banyak membuka lapak-lapak kuliner. Ada bakso, semanggi, lontong balap, dan banyak menu khas Surabaya yang lain.
"Tapi ini semua modal sendiri. Seperti payonan ini juga saya bawa sendiri. Palai terpal untuk alas dan atap. Belum ada sarana yang disediakan oleh pemerintah," kata Yuni.
Hal tersebut diamini oleh Ketua RT 3 RW 1 Sono Samiaji. Ia mengatakan bahwa sentra kuliner di Taman Hutan Raya Pakal masih swadaya masyarakat. Mulai dari rombong yang digunakan untuk berjualan hingga kursi dan meja yang digunakan untuk pelanggan yang menyantap kuliner yang dijual.
Menurut Sono, lantaran swadaya, maka penataannya masih minimal. Dan butuh ada perhatian dari pemerintah khususnya DKRTH ataupun Bappeko SUrabaya untuk memberikan fasilitas yang dibutuhkan.
"Semua masih seadanya. Kalau dibuat seragam, tentu lebih menarik dan pelanggan akan nyaman. Kami inginnya dibuatkan sentra kuliner di sini, di beberapa spot. Sehingga lebih banyak juga warga yang terberdayakan," kata Sono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/taman-hutan-raya-di-pakal-surabaya.jpg)