Berita Sidoarjo

HUT Ke-74 RI, Warga Ngingas, Waru, Sidoarjo Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Karnaval dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI ini menyajikan berbagai macam kreasi busana dan budaya serta pertunjukkan seni.

HUT Ke-74 RI, Warga Ngingas, Waru, Sidoarjo Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa
surya.co.id/yoni iskandar
Ratusan warga Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 178 meter saat Karnaval di Desa Ngingas, Waru, Sidoarjo, Minggu (25/8/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ribuan warga berjejal di sepanjang jalan rute karnaval Budaya Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/8/2019).

Karnaval dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI ini menyajikan berbagai macam kreasi busana dan budaya serta pertunjukkan seni.

Menurut Kepala Desa Ngingas, H Samian, sedkitinya seribu peserta meramaikan gelaran karnaval di kampung yang terkenal dengan sebutan kampung 'Logam' tersebut. Ratusan anak-anak hingga orang dewasa mengikuti pawai karnaval yang mengambil tema 'Karnaval Budaya' yang merupakan rangkaian dari peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-74.

"Tidak ketinggalan di ajang karnaval Budaya kali ini lanjut Samian, ada beberapa peserta terutama dua RT di wilayahnya juga menyuguhkan budaya Papua serta rumah khas asli Papua yang suguhkan warga kami. Sebagai bentuk persatuan dan kesatuan bangsa, dan NKRI harga Mati," ujarnya.

Tidak itu saja imbuh Samian, sedikitnya saratus pemuda serta relawan telah membentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 178 Meter saat pelaksanaan karnaval yang mengitari Desa Ngingas alias Kampung Logam.

"Kebetulan yang membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 178 meter tersebut dari peserta RT 6. Mereka mencetuskan bendera sepanjang 178 meter tidak lain, agar warga Indonesia khususnya warga Ngingas bisa mengingat kembali perjuangan para Pahlawan dalam merebut dan menegakkan sang saka merah putih di Bumi Indonesia. Jadi Persatuan dan kesatuan RI tetap terjaga, NKRI harga mati. Bahkan NKRI itu harga mati dan sudah final dan wajib hukumnya persatuan dan kesatuan harus dipertahankan," paparnya.

Selain itu, kata Samian, ada makna filosofi dibalik bentangan Bendera Merah Putih sepanjang 178 Meter tersebut.

"Filosofinya, bentangan Bendera Merah Purih 178 meter, yakni, 17 berarti tanggal dimana Presiden Soekarno dan Pak Hatta Mengucapkan Proklamasi Kemerdekaaan. Sedangankan 8-nya yakni dimana bulan Agustus kita merdeka dan diperingati secara meriah oleh bangsa kita. Baik berbagai lomba maupun karnaval seperi di Desa Ngingas ini. jadi Intinya 178 meter mengingatkan tanggal dan bulan kemerdekaan RI," ujarnya.

dalam karnival kali ini, peserta menampilkan yang terbaik, berbagai kostum dan corak budaya ditampilkan. Hampir seribu peserta tampil begitu mempesona, mulai kostum burung garuda, kostum busana jawa, kostum budaya bali, kostum pengantin, hingga kostum pejuang-pun di tampilkan dalam gelaran tersebut, layaknya event nasional.

Rute pawai karnaval ini dimulai dari depan Balai Desa Ngingas Waru, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Belahan, Jalan Deltawedoro yang menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer dan memperebutkan hadiah sebesar Rp 10 juta

Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved