Berita Madiun
Pelaku Perampokan Toko Emas di Magetan Itu Jarang Bergaul dengan Tetangga
Nggak pernah datang kalau ada kegiatan warga. Diundang nggak pernah datang, kenduren nggak pernah datang.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MADIUN - Pelaku perampokan Toko Emas Dewi Sri, di Jalan Raya Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/8/2019), tidak pernah bergaul dengan warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Hal itu dikatakan ketua RT Desa Sukolilo, Sumantri (55).
YT tidak pernah mengikuti kegiatan kampung di sekitar tempat tinggalnya.
"Nggak pernah datang kalau ada kegiatan warga. Diundang nggak pernah datang, kenduren nggak pernah datang. Tapi kalau diundang acara mantenan datang," kata Sumantri, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/8/2019) malam.
Sumantri menuturkan, sehari-hari YT tinggal bersa istrinya, berinial H dan dua anaknya R dan N.
Warga setempat termasuk dirinya tidak mengetahui apa pekerjaan YT.
"Nggak tahu kerjanya apa. Cuma kalau pagi dia mengantar istrinya ke Pasar Kincang," jelasnya.
Dia mengaku kaget, begitu mendapat kabar tetangganya ditangkap oleh polisi karena merampok toko emas di Magetan.
Ia mengetahui YT ditangkap setelah melihat video penampakannya yang banyak menyebar di berbagai media sosial.
"Ya kaget, tadi waktu lihat videonya," tuturnya.
Ia mengaku beberapa kali rumah YT, ramai didatangi sejumlah orang.
Namun, ia tidak mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan di rumah tersebut.
Senada dikatakan oleh Henry Fahrudin (49) warga Jalan Diponegoro, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Henry mengatakan, YT tidak pernah bergaul dengan para pedagang di Pasar Sumur Tiban atau yang dikenal Pasar Kincang.
"Orangnya cenderung tertutup. Hampir tiap hari ketemu, dia kan tiap pagi mengantar istrinya. Istrinya jualan di kios itu," kata Henry sambil menunjukan kios yang disewa istri YT.