KM Santika Nusantara
Cuaca Ekstrim, Basarnas Surabaya Belum Lakukan Pencarian Korban KM Santika Nusantara yang Terbakar
Basarnas Surabaya juga belum dapat memastikan jam berapa korban yang selamat dan diangkut dua kapal tiba di Pelabuhan Perak, Surabaya
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
SURYA.co.id | SIDOARJO - Angin kencang dan gelombang laut tinggi jadi kendala evakuasi korban penumpang kapal KM Santika Nusantara.
Kepala Basarnas Surabaya, Prasetya Budiarto mengatakan kendala di lapangan adalah cuaca yang ekstrim.
"Gelombang laut cukup tinggi dan anginnya sendiri sangat kencang hingga mencapai 25 knot. Jadi kita terkendala dengan cuaca tersebut," ujarnya, Jumat (23/8/2019).
Prasetya menjelaskan, pihaknya belum melaksanakan proses evakuasi atau pencarian korban di dalam kapal.
"Karena kapal belum dilakukan proses pemadaman dan pendinginan. Masih fokus kepada evakuasi korban di luar kapal," terangnya.
Dirinya juga mengaku proses pemadaman juga menjadi tantangan tersendiri karena terdapat angin kencang yang suatu waktu bisa membuat api yang sebelumnya telah padam dapat muncul kembali.
• UPDATE - Manifest Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar di Perairan Masalembu Berubah
"Selain itu proses pemadaman harus melaksanakan esktrikasi atau membuka dinding kapal terlebih dahulu. Dan itu pun juga perlu proses hati-hati karena kondisi besi kapal yang terbakar sangat rapuh," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga belum dapat memastikan jam berapa korban yang selamat dan diangkut menggunakan dua kapal akan tiba di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Belum bisa dipastikan pukul berapa akan datang ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Penyebabnya kembali lagi karena cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini yang membuat gelombang laut tinggi dan angin kencang," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kmp-santika-nusantara-yang-terbakar-di-perairan-masalembu.jpg)