Berita Surabaya

Hearing Apartemen Gunawangsa Tidar di DPRD Surabaya, Warga Sebut Dana Kompensasi Tak Adil

Komisi C DPRD Surabaya mempertemukan pihak Apartemen Gunawangsa Tidar dengan warga terdampak pembangunan Apartemen, Kamis (22/8/2019).

Hearing Apartemen Gunawangsa Tidar di DPRD Surabaya, Warga Sebut Dana Kompensasi Tak Adil
surya.co.id/nuraini faiq
Suasana hearing di Komisi C DPRD Surabaya terkait pembangunan proyek apartermen Gunawanagsa Tidar, Kamis (22/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi C DPRD Surabaya mempertemukan pihak Apartemen Gunawangsa Tidar dengan warga terdampak pembangunan Apartemen, Kamis (22/8/2019).

Permasalahan dengan warga itu dipicu oleh pembangunan akses jalan umum yang dikerjakan Dinas PU Bina Marga dan belum tuntasnya permasalahan klasik menyangkut kompensasi dan peta terdampak warga.

Ada perbedaan data sehingga dana kompensasi itu belum tuntas hingga saat ini. "Saya hanya 30 meter dari lokasi Apartemen. Rumah kami rusak dan berdebu. Sampai saat ini saya belum terima apa pun ganti rugi dari Gunawangsa," kata Hari Setyo Utomo, warga.

Mujman warga lainnya menuturkan bahwa hingga saat ini warga menolak dana kompensasi tersebut karena hanya  akan mendapat Rp 2 juta per KK.

"Kami tolak karena tidak menunjukkan unsur keadilan. Ada 29 KK di kami yang hingga saat ini belum mendapat ganti rugi," kata Mujiman.

Puluhan warga itu pun menunjuk juru bicara Ahmad Yunus untuk menjelaskan. Bahwa pihak warga meminta pertemuan langsung dengan manejemen. Tidak perlu ada Tim 7 saat permulaan pembangunan Gunawangsa Tidar.

"Kami selaku perwakilan warga berharap tak ada unsur lain selain untuk penyelesaian terbaik. Kami meminta semua warga  dipertemukan. Bukan perwakilan," kata Yunus.

Persoalan warga memanas saat apartemen tinggi itu sudah tuntas. Namun rupanya warga yang semestinya masuk peta terdampak tidak menerima ganti rugi. Yunus meminta agar kompensasi itu tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi.

Warga tersebut selama ini tinggal tidak jauh dari lokasi apartemen. Saat pemberian kompensasi mereka tidak masuk peta terdampak. Sangat tidak masuk akal bagi warga karena jaraknya tidak jauh. Mereka tinggal di bantaran dan tepian sungai. 

Karena adanya Apartemen itu pula puluhan warga yang sebelumnya tinggal di atas saluran air ditertibkan. Ada proyek jalan yang melintas di akses apartemen Gunawangsa Tidar.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved