Jumat, 10 April 2026

SKK Migas Dukung Program Kementerian ESDM Terkait Perluasan Akses Energi dan Harga Energi Terjangkau

Menjaga produksi minyak dan gas bumi dan peningkatan peran nasional dalam pengelolaan migas, pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Istimewa
Kegiatan HCML di Pasuruan yang dihadiri Sahat Pardede, Staf Ahli Komisi Pengawas SKK Migas, akhir pekan lalu bersamaan dengan diresmikan Fasilitas Kantor Baru Gas Metering Station di Semare Kecamatan Kraton, Pasuruan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML), mendukung program kerja Kementerian ESDM memfokuskan untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang energi. Terutama dalam hal perluasan akses terhadap energi dan menjaga harga energi yang terjangkau.

Sebagian besar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat seperti Jaringan Gas Kota (Jargas).

"Konverter kit LPG untuk Nelayan, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi, Sumur Bor untuk Daerah Sulit Air telah dilakukan. Sementara subsidi energi empat tahun terakhir dialihkan untuk belanja pada sektor yang lebih produktif,” kata Sahat Pardede, Staf Ahli Komisi Pengawas SKK Migas, dalam rilisnya, Selasa (20/8/2019).

Sektor ESDM saat masih memberikan peran yang besar untuk pendapatan nasional, pada 2018 sektor ESDM menyumbangkan 53,5 persen PNBP Nasional.

Pada tahun 2018, realisasi PNBP Sektor ESDM mencapai 181persen atau mencapai Rp 217,8 triliun dari target APBN sebesar Rp 120,5 triliun.

Sektor ESDM juga meningkatkan investasi nasional sebesar 323 miliar dolar AS pada 2018. Meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 27,5 miliar dolar AS pada 2017.

Beberapa program yang telah dilakukan baik oleh Kementerian ESDM melalui APBN maupun swasta dalam pengelolaan energi nasional, antara lain, sub Sektor Minyak dan Gas Bumi, dengan meliputi BBM 1 harga, hingga saat ini sejumlah 165 titik telah beroperasi di seluruh wilayah NKRI (target hingga akhir 2019 sejumlah 170 titik).

Konverter kit untuk nelayan dan petani, telah terealisasi 25.000 unit, konverter kit untuk nelayan pada 2018 dan ditargetkan penambahan 13.305 unit untuk nelayan dan 1.000 unit untuk petani pada 2019.

Jaringan Gas Kota, untuk memberikan akses energi seluas-Iuasnya bagi masyarakat hingga tahun 2018 telah tersambung 463.440 Sambungan Rumah (SR) dan ditingkatkan menjadi 541.656 SR di akhir tahun 2019.

Sahat menyebutkan, untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi serta peningkatan peran nasional dalam pengelolaan migas oleh nasional, pemerintah telah mengambil berbagai Iangkah strategis.

Antara lain mengambil alih kelola blok migas seperti Blok Mahakam (Blok gas terbesar) dan Blok Rokan (Blok minyak terbesar) ke PT Pertamina dan Pengembangan proyek migas strategis, yaitu Jangkrik dan Jambaran Tiung Biru, serta keputusan pengembangan Blok Masela.

Sektor Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rasio elektrifikasi hingga semester I 2019 telah mencapai 98,81 persen dan akan terus ditingkatkan menjadi 99 persen hingga akhir tahun 2019.

Pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi untuk rumah tidak berlistrik serta Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan rasio elektriflkasi pada daerah yang belum dilayani PLN.

Pengembangan Biofuel melalui Program mandatori BBN Jenis biodiesel sebagai campuran BBM Jenis Minyak Solar pada sektor PSO, Non-PSO, Industri dan Komersial, serta Pembangkit Listrik pada tahun 2018 telah berhasil menghemat devisa sebesar 1,88 miliar dolar AS atau Rp26,51 triliun dari pengurangan impor BBM.

Sahat melanjutkan, Pemerintah Indonesia telah resmi kuasai mayoritas saham Freeport ditandai dengan terbitnya lzin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tanggal 21 Desember 2018.

Sesuai dengan tema upacara peringatan ulang tahun ke-74 Republik Indonesia yang di peringati hari ini, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju, pembangunan SDM akan menjadi prioritas dalam pemerintahan yang akan datang sebagaimana visi misi presiden.

Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Begitupun dengan diaspora yang bertalenta tinggi terutama yang bergelut di sektor ESDM harus diberikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Usaha peningkatan kualitas SDM juga diharapkan dapat mengimbangi perkembangan dunia yang begitu cepat.

Dalam kesempatan sama, Vice President Operation HCML Perkasa Sinagabariang mengaku gembira karena HCML terus bisa ikut mendukung program dari Menteri ESDM. Bulan April lalu, telah diresmikan jaringan gas kota di Pasuruan.

Dari sini HCML jadi dalam sehari itu bisa mengirim 120.000 gas yang digunakan untuk jaringan gas kota untuk keperluan rumah tangga di Pasuruan yang ketika itu diresmikan di Pesantren Salafiyah.

“Jadi dengan peringatan Hari Kemerdekaan ini kami jadi sebagai bagian dari ESDM sangat semangat lah karena bisa bersinergi untuk mewujudkan bahwa kekayaan alam ini bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia khususnya penduduk di Pasuruan yang dekat dengan area sini,” ungkapnya.

Usai upacara HUT RI ke-74, juga telah diresmikan Fasilitas Kantor Baru Gas Metering Station di Semare Kecamatan Kraton, Pasuruan. Peresmian dilakukan dengan simbolis pemotongan pita kembang oleh Vice President Operation HCML Perkasa Sinagabariang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved