Gunung Merapi Meletus pada Selasa 20 Agustus 2019, Berjarak 6 Hari Sejak Erupsi Sebelumnya
Gunung Merapi meletus pada Selasa 20 Agustus 2019. Hal itu berjarak 6 hari sejak erupsi sebelumnya
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan abu panas berguguran, Selasa (20/8/2019) sekira pukul 13.58 WIB.
Ini hanya berjarak enam hari sejak gunung yang berlokasi di Jawa Tengah itu erupsi.
Awan panas yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi sempat tak dapat terdeteksi lantaran tertutup kabut.
• Presiden Jokowi Segera Datang ke Papua untuk Dialog dengan Masyarakat : Memaafkan Lebih Baik
• Susi Angkat Bicara Soal Awal Mula Insiden Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua
• Viral Video Diduga Jeritan Korban Gempa Palu Minta Tolong, Mbah Mijan Ikut Merinding
Hal ini sempat dikonfirmasi Kompas.com (grup SURYA.co.id) pada petugas pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman.
"Iya betul, terjadi awan panas guguran," ujar Lasiman dikutip dari artikel Kompas.com yang berjudul "Selasa Siang, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran".
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, awan panas guguran terjadi pada pukul 13.58 WIB.
Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max 60 milimeter. Durasi awan panas guguran tercatat lebih kurang 101 detik.
Hingga saat ini, BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level II (Waspada).
Rekomendasi BPPTKG Yogyakarta masih tetap sama. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Enam, hari lalu atau tepatnya pada Rabu (14/8/2019), Gunung Merapi telah erupsi dengan jarak luncur 950 meter ke arah Sungai Gendol.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat peristiwa tersebut terjadi pada pukul 04.52 WIB dengan durasi selama 95.80 detik Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis menyebutkan bahwa di seismogram tercatat amplitudo maksimum 50 milimeter.
Rekaman seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat terjadi 10 kali gempa guguran pada pada 10 Agustus 2019.
Selain itu juga terjadi satu kali gempa embusan, satu kali gempa low frequency, satu kali gempa hybrid/fase banyak, dan dua kali gempa tektonik jauh.
Beberapa hari sebelumnya, gunung dengan ketinggian 2.968 meter dari permukaan air laut itu mengalami erupsi tidak menerus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-selasa-20-agustus-2019-berjarak-6-hari-sejak-erupsi-sebelumnya.jpg)