Berita Surabaya

Dua Mahasiswa Papua Dikabarkan Hilang, Begini Keterangan dari Polisi

Yang perlu digarisbawahi bahwa tidak ada isu ataupun fakta pengusiran mahasiswa atau warga Papua di Jalan Kalasan ataupun di Surabaya

Dua Mahasiswa Papua Dikabarkan Hilang, Begini Keterangan dari Polisi
SURYA.co.id/Willy Abraham
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simamarta didamping Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran memberikan keterangan kepada wartawan di Jalan Kapasan, Sabtu (17/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi menepis kabar yang menyebutkan dua mahasiswa Papua hilang. Sebenarnya, mereka diimbau untuk pulang saat akan mengantar makanan.

"Ini satu lagi yang perlu kami perlu luruskan. Jadi ada dua mahasiswa yang mau mengantarkan makanan karena kami masih melakukan, dalam hal ini adalah fungsi penyelidikan dan kami ingin supaya mahasiswa di sana memang masih itu. Kami imbau untuk kembali saja. Ya sudah kembali tadi malam itu kejadiannya," ujar Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata, Sabtu (17/8/2019).

Disinggung apakah mereka berdua dibawa ke kantor Polisi. Leo kembali meluruskan bahwa sebenarnya mereka diimbau untuk kembali pulang.

"Tidak ada, tidak ada. Dari tempat kita imbau untuk kembali, dia langsung kembali. Itu kami luruskan kembali, tidak ada diamankan dua orang dan segala macamnya tidak ada," tegasnya.

Disinggung mengenai 43 mahasiswa Papua yang diamankan apakah terlibat separatis terkait adanya dugaan pengerusakan bendera merah putih yang dibuang di selokan. Lebih lanjut, Mantan Kapolres Mojokerto ini menegaskan saat ini masih proses penyelidikan.

"Kita tidak bisa menyimpulkan secepat itu. Kita masih melakukan penyelidikan yang lebih mendalam," kata Leo.

Kepung Asrama Papua, Pakai 3 Truk Polisi Angkut Mahasiswa Papua ke Polrestabes Surabaya

Begini Tanggapan Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya Soal Pengrusakan Bendera Merah Putih

Pihaknya menegaskan, bahwa yang perlu digarisbawahi bahwa tidak ada isu ataupun fakta pengusiran mahasiswa atau warga Papua di Jalan Kalasan ataupun di Surabaya.

"Ini yang perlu kami tegaskan dan jangan sampai ini menimbulkan isu-isu di luar, sama sekali tidak ada pengusiran jelaskan, kami tekankan betul. Kami menjaga semua hak warga negara Indonesia terutama mungkin yang ada di Surabaya. Jadi sekali lagi kami tekankan ini adalah murni penegakan hukum tidak ada hal hal yang lainnya," papar Leo.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved