Pengakuan Ibu Briptu Heidar, Sempat Telpon Anaknya: Hp Masih Aktif & Tersambung Tapi Tak Dijawab

Pengakuan Ibu Briptu Heidar, Sempat Telpon Anaknya: Hp Masih Aktif & Tersambung Tapi Tak Dijawab

Pengakuan Ibu Briptu Heidar, Sempat Telpon Anaknya: Hp Masih Aktif & Tersambung Tapi Tak Dijawab
Kolase YouTube dan Dok Istimewa
Pengakuan Ibu Briptu Heidar, Sempat Telpon Anaknya: Hp Masih Aktif & Tersambung Tapi Tak Dijawab 

Ia mengaku pernah mendengar cerita anaknya tersebut bersama paman-pamannya di Papua.

Nurhaeda mengatakan anaknya banyak tahu tentang KKB di Papua, sehingga heran dengan penyekapannya. Dia mengaku pernah mendengar cerita anaknya tersebut bersama paman-pamannya di Papua.

Suasana Rumah Duka, Keluarga Persiapkan Pemakaman
Suasana Rumah Duka, Keluarga Persiapkan Pemakaman (SUDDIN SYAMSUDDIN)

"Anak saya banyak tahu tentang KKB, hal itu pernah diceritakan sebagian kepada saya. Namun yang banyak tahu dari cerita Hedar tentang KKB di Papua, adalah paman-paman Hedar," katanya.

Lebih lanjut kepada media, Nurhaeda ingin agar pihak berwajib juga memeriksa rekam jejak percakapan di ponsel Brigpol Anumerta Hedar untuk mendapatkan kejelasan penyebab penyekapan hingga kematiannya.

Sementara ayah Briptu Heidar beranggapan bahwa anaknya dijebak oleh orang yang dikenal.

Ayah Briptu Heidar, Kaharuddin mengaku tidak memiliki firasat apa-apa terkait kematian putra sulungnya itu.

Ia juga mengatakan bahwa Briptu Heidar sempat berkomunikasi dengan ibunya.

“Tidak ada firasat apa-apa karena dia itu komunikasinya banyak sama mamanya di Serui. Terakhir saya komunikasi dua hari sebelum Idul Fitri. Dia minta didoakan karena akan naik lagi ke Ilaga,” kata Kaharudin, Selasa(13/8/2019).

“Katanya dia dipanggil untuk bertemu dengan salah satu pimpinan KKB di Ilaga. Namun sepertinya dia dijebak. Ada seseorang yang dikenal memanggil dia dalam perjalanan, tidak tahunya seperti itu akhirnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Briptu Heidar diculik dan dibunuh oleh KKB Papua pada Senin (12/8/2019).

Halaman
1234
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved