Rabu, 6 Mei 2026

Berita Surabaya

Gubernur Khofifah Minta Kurangi Plastik Dalam Pembagian Daging Kurban, Ini Alasannya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mulai menginisiasi agar warga Jawa Timur bersama sama mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
fat
Gubernur Khofifah indar Parawansa beserta keluarga menyerahkan hewan kurban ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (11/8/2019). Fatimatuz zahroh.surya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mulai menginisiasi agar warga Jawa Timur bersama sama mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban dan menggantinya dengan besek di Hari Raya Idul Adha 1440 H. Untuk itu, pihaknya memastikan bahwa pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar Surabays akan dilakukan dengan menggunakan besek bambu dan alas daun jati sebagai pengganti plastik sekali pakai.

Setidaknya ada sebanyak 3000 paket besek yang disediakan Masjid Nasional Al Akbar guna membagikan daging kurban masyarakat. Hal itu ditegaskan Gubernur Khofifah usai menyerahkan satu ekor sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo dan juga dua ekor sapi kurban miliknya ke badan pengelola Masjid Nasional Al Akbar usai salat Idul Adha, Minggu (11/8/2019) pagi.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menyebut langkah ini diharapkan akan menjadi awalan untuk bisa menghilangkan penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban dan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.

"Ini langkah kita untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Mengurangi penggunaan plastik dalam mendistribusikan daging kurban. Maka tahun ini kita mulai untuk menggunakan besek dalam membagikan hewan kurban," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa pihaknya khusus mencari pelaku UKM pembuat besek untuk bisa menyuplai kebutuhan pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar.

Namun lantaran karena satu pengrajin besek tidak mampu memenuhi kebutuhan besek secara menyeluruh, maka ia harus mendatangi sejumlah pengrajin hingga akhirnya bisa terkumpul sebanyak 3.000 besek.

"Semoga yang memproduksi besek tahun depan bisa menyiapkan lebih banyak lagi. Karena kita ini 3000 besek nggak bisa satu form UKM. Kapolda kemarin saat ketemu juga menyebut hal yang sama. Saya mencari besek untuk masjid di kampung saya juga nggak dapat banyak," ucapnya.

Bisa jadi, tidak banyaknya pengrajin besek Jawa Timur yang memproduksi besek dalam jumlah besar di momen Idul Adha disebabkan lantaran di tahun-tahun sebelumnya masih belum terbangun budaya membagikan daging kurban dengan besek.

Ia berharap dengan dimulainya penggunaan besek dalam membagikan daging kurban di masing-masing masjid dan tempat penyembelihan kurban di Jawa Timur yang dilakukan mulai tahun ini, maka akan membangkitkan pengrajin serta UKM produsen besek. Jadi bisa ikut menghidupkan pengrajin besek di kampung-kampung.

"Ini ikhtiar kita bersama dalam mengurangi penggunaan plastik, pembagian daging kurban menggunakan besek," tambahnya.

Dalam prosesi penyerahan hewan kurban miliknya dan keluarga, Khofifah didampingi empat orang putra putrinya beserta menantunya. Selain menyerahkan sapi kurban bantuan dari Presiden Joko Widodo, Khofifah juga menyerahkan dua ekor sapi kurban dari dirinya dan keluarga.

Sapi kurban Presiden Jokowi berusia 4 tahun asal Peternak desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten

Gresik. Sapi tersebut memiliki tinggi badan 160 sentimeter dan panjang badan 176 sentimeter. Berat badannya sebesar 1080 kilogram atau 1 ton lebih. Sapi ini merupakan salah satu sapi terbaik Jawa Timur.

Sapi kurban Gubernur Khofifah berjenis sama dengan sapi kurban Presiden Jokowi yaitu jenis peranakan Ongole (PO) berusia empat tahun. Sapi

kurban tersebut didatangkan dari Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved