Berita Sidoarjo

Agustus Berkah bagi Perajin Baju Adat di Sidoarjo, Ulfa Kebanjiran Order Rata-rata 10 Kodi Per Hari 

Siti Ulfah, perajin baju adat di Dusun Ngengor, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo mengaku selalu kebanjiran order setiap Agustus.

Agustus Berkah bagi Perajin Baju Adat di Sidoarjo, Ulfa Kebanjiran Order Rata-rata 10 Kodi Per Hari 
surya.co.id/m taufik
Perajin baju adat di di Dusun Ngengor, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo yang selalu kebanjiran order setiap momen peringatan HUT Kemerdekaan RI. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bulan Agustus merupakan momen yang selalu dinanti oleh perajin baju adat. Di bulan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini, pesanan selalu meningkat sangat tinggi dibanding bulan-bulan lain.

Seperti yang dirasakan oleh Siti Ulfah, perajin baju adat di Dusun Ngengor, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Perempuan 48 tahun tersebut mengaku selalu kebanjiran order setiap kali Agustus tiba.

"Sebelum Agustus biasanya pesanan mulai datang. Dan mendekati perayaan HUT Kemerdekaan, jumlahnya terus meningkat," ungkap Ulfah.

Istri  Didik (50) itu menyebut pesanan baju adat di tempatnya selalu meningkat berlipat dibanding bulan-bulan lain.

Pesanan itu bukan hanya dari Sidoarjo, tapi juga dari berbagai wilayah di Jawa Timur. "Iya, mayoritas pesanan masih dari Jawa Timur. Dan selalu meningkat setiap Agustus seperti sekarang ini," lanjut dia.

Agustus tahun ini, rata-rata setiap hari ada 7 kodi sampai 10 kodi pesanan yang datang. Jumlah yang sangat besar jika dibanding hari biasa.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali pesanan membludak, pihaknya mengajak tetangga sekitar rumahnya untuk membantu menjadi perajin baju adat.

Saban hari ada sekitar 10-15 orang yang ikut menjadi perajin. "Ada yang dikerjakan di tempat saya, ada juga yang dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah masing-masing," sebut dia.

Baju adat dari perajin di Sidoarjo ini terbilang cukup terjangkau harganya. Untuk dua pasang baju adat ukuran orang dewasa beserta aksesorisnya biasa dijualual Rp 300.000 sampai Rp 350.000.

Sedangkan baju adat untuk ukuran anak-anak, dua pasang beserta aksesorisnya, biasa dihargai Rp 200.000 sampai Rp 250.000.

Ulfah memulai bisnis kerajinan baju adat sejak enam tahun silam. Beragam jenis pakaian khas dari berbagai daerah di Indonesia diproduksi di sana. Seperti baju adat Betawi, Dayak, Gorontalo, dan baju adat dari sejumlah daerah lain di Nusantara ini.

Entah kenapa, Agustus kali ini pesanan Baju Adat Dayak mendominasi pesanan yang masuk ke dia. "Pesanan baju asat Dayak yang paling banyak tahun ini," papar dia.

Selama ini mayoritas pasar baju adat karya Ulfah ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah Pesanan paling banyak datang dari Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Malang, Solo, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah lain.

Konsumennya, sebagian adalah user dan sebagian lainnya pengusaha persewaan baju adat. Pelanggan dari Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Mojokerto dan Surabaya, selama ini lebih kerap datang langsung ke tempatnya ketika memesan barang.

"Ada juga yang pesan lewat telpon dan sebagainya. Tapi yang dari Sidoarjo dan sekitar, kebanyakan datang langsung. Rata-rata memang pesan banyak untuk disewakan," tukasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved