Berita Banyuwangi
Pemkab Banyuwangi dan Kodam V Brawijaya MoU Revitalisasi Kantor Dagang Inggris
Tempat yang akan direvitalisasi adalah aset bersejarah milik TNI AD yang berlokasi persis di barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan.
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kodam V Brawijaya bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi bakal merevitalisasi bangunan bersejarah Kantor Dagang Inggris yang berdiri sejak awal abad ke-17 di Banyuwangi.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk merevitalisasi aset milik TNI AD tersebut untuk dikemas menjadi wisata sejarah.
Pangdam Wisnoe mengungkapkan apresiasinya terhadap proses yang telah berjalan ini.
"Syukur, akhirnya akhirnya MoU ini terlaksana hari ini. Dengan MoU ini, payung hukum untuk kerjasama revitalisasi Inggrisan telah ada," kata Mayjen Wisnoe.
Begitu halnya dengan Bupati Anas, menyatakan sangat bersyukur dengan proses kerjasama ini.
"Pemkab bersama TNI AD telah sama-sama bersepakat untuk mengembangkan peninggalan bersejarah di Banyuwangi. Terima kasih kepada pihak TNI AD yang telah mendukung rencana pengembangan ini untuk mendukung sektor pariwisata di Banyuwangi," kata Anas.
Tempat yang akan direvitalisasi adalah aset bersejarah milik TNI AD yang berlokasi persis di barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan.
Bangunan yang diperkirakan didirikan sekitar awal abad 17 ini dulunya merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC).
Bangunan itu dikenal dengan nama “Inggrisan”, dan kini telah menjadi bangunan cagar budaya Banyuwangi.
Dalam pengelolaan bersama ini, kata Anas, aset Inggrisan tetap milik TNI AD.
Pekerjaan rehabilitasi akan dilakukan oleh pemkab dengan mengembalikan bentuk asal Inggrisan.
Menurut Anas, Inggrisan perlu direhabilitasi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Banyak nilai historis yang bisa digali dari bangunan ini, dan pastinya akan sangat menarik untuk tahu sejarah di balik bangunan tersebut.
"Saat ini mulai banyak orang yang mulai tertarik dengan wisata sejarah. Mengetahui sejarah zaman dahulu ini bagi sebagian orang menjadi daya tarik wisata tersendiri, seperti di Eropa. Inggrisan nantinya bisa dikembangkan jadi wisata sejarah," kata Anas.
Untuk rehabilitasi Inggrisan ini, kata Anas, pihaknya akan menggandeng arsitek kondang Yori Antar.
Yori dikenal sebagai arsitek yang kerap memasukkan unsur budaya di dalam setiap karyanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/nota-kesepahaman-mou-untuk-merevitalisasi-aset-milik-tni-ad.jpg)