Berita Surabaya

Begini Pesan dan Teladan Hidup Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono

Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono tidak ada duanya untuk belajar perihal kesabaran dan kejujuran.

Begini Pesan dan Teladan Hidup Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono
TribunJatim.com/Hefty's Suud
Jenazah Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono dibawa menuju Puncak Nirwana, Selasa (6/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pada 1 Agustus 2019 lalu, Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono wafat. Siang tadi, Selasa (6/8/2019), 2.500 umat Buddha dan muridnya telah melakukan upacara penghormatan terakhir dan mengantar jenazah ke Puncak Nirwana, tempat peristirahatan terakhirnya.

"Lebih kurang 80 tahun pengabdiannya di dalam wihara, beliau adalah suri teladan bagi kami semua, banyak sekali pelajaran yang didapat dari beliau," ujar Pendeta Hendri Suwito, Wakil Sekjen Majelis Pendeta Budha Maitreya Indonesia (Mapanbumi), Selasa (6/8/2019).

Hendri yang kenal dengan Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono sejak berusia 13 tahun menyebut Pimpinan Tertinggi Agama Buddha Maitreya Indonesia itu adalah sosok yang jujur dan penyabar.

2.500 Umat Buddha Antar Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono ke Puncak Nirwana

"Beliau sangat ingatkan kami semua, menggunakan uang wihara itu satu sen saja tidak boleh sembarangan," ungkap Hendri.

Hendri menuturkan Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono tidak ada duanya untuk belajar perihal kesabaran dan kejujuran.

"Kami banyak mendapat pelajaran berharga, salah satunya menjadi manusia yang sabar dan punya integritas. Hal itu akan bermanfaat dalam kehidupan sosial masyarakat dan menyambung dilaturahmi," ujar Hendri.

Selain itu, Hendri pun merekam bahwa Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono punya sikap yang teguh pendirian.

"Prinsip beliau sangat bagus. Beliau memiliki prinsip kuat dalam mengambil kebijakan atau keputusan. Apa yang dilakukannya juga memang bukan untuk diri sendiri, segenap hidupnya dipasrahkan atas nama Agama," ujar Hendri.

Bagaimana Hyang Suci Yang Mulia Maha Sesepuh Gautama Hardjono mempertahankan pernikahan seumur hidupnya pun disebut Hendri bisa menjadi catatan dan teladan bagi keluarga Maitreya.

"Pesan-pesan dari beliau semasa hidup sangat sederhana tapi bermakna dalam bagi kami. Itu akan menjadi sebuah pesan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu," ujar Hendri.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved