Penjual Makanan Mitra Grab Food Jadi Korban Order Fiktif, Polisi Akan Panggil Grab

Polres Malang Kota bakal memanggil perusahaan ride hailing, Grab, terkait kasus order fiktif yang menimpa pemilik warung Bebek Ciphuk.

Penjual Makanan Mitra Grab Food Jadi Korban Order Fiktif, Polisi Akan Panggil Grab
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Rizky Reswandi dan Fitria Dwi Astuti pemilik warung makanan Bebek Cipuk yang merasa ditipu order fiktif di Kota Malang, Rabu (31/7). 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Polres Malang Kota bakal memanggil perusahaan ride hailing, Grab, terkait kasus order fiktif yang menimpa pemilik warung Bebek Ciphuk.

Pemilik Bebek Ciphuk, Riski Riswandi mengaku mendapat order order fiktif yang menyebabkan kerugian sebesar Rp 40 juta.

"Tentu saja karena ini berkaitan dengan Grab, berarti nanti kami akan panggil yang bersangktan," tutur Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri,  Kamis (1/8/2019).

Terkait laporan pemilik warung Bebek Ciphuk, kepada Polres Malang Kota kemarin (31/7), Asfuri mengatakan polisi merekomendasikan agar membuat pengaduan terlebih dulu kepada Grab. Jika tidak ada kesepakatan, baru laporan tersebut dapat diproses.

"Nanti hasil pertemuannya seperti apa, bisa dikonsultasikan lagi kepada kami," ujarnya.

Asfuri menyebut kasus order fiktif ini baru pertama kali terjadi di Malang, "Iya baru pertama ini laporan soal itu (order fiktif).

Penjual Makanan Mitra Grab Food Jadi Korban Penipuan Online. Rugi Hingga Rp40 Juta

Sebelumnya, Riski mengatakan ada 300 lebih order grabfood di warungnya sejak 27-30 Juli. Padahal sejak Juni, warung Bebek Ciphuk telah tutup karena sedang renovasi.

"Warung saya itu sebelum puasa itu udah tutup karena renovasi kan. Jadi order itu nggak pernah masuk, tapi taunya ada order grabfood," jelasnya, Rabu (31/7/2019).

Riski pernah memergoki puluhan driver Grab mangkal di depan warungnya pada Selasa (30/7). Dari sana juga, ia menemukan sejumlah bukti transaksi palsu yang diduga untuk membuat order palsu.

"Padahal saya nggak pakai struk, saya pakai nota pembelian manual yang saya tulis sendiri," tutupnya.

Hingga saat ini, reporter media ini masih berusaha mendapatkan klarifikasi dan konfirmasi dari pihak Grab. 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved