Berita Trenggalek
Warga Mlinjon Trenggalek Harus Jalan Kaki 2 Km Demi Seember Air, Antre Mulai Pukul 3 Dini Hari
Warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek, harus jalan kaki 2 km untuk mengambil air di sumber air yang tersisa akibat kekeringan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | TRENGGALEK - Parmiatin telaten menimba air dari sumber ke dalam jeriken yang dia bawa dari rumah, Senin (19/7/2019) sore. Sumber air itu merupakan satu dari dua sumber yang tersisa di RT/RW 43/07 Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh.
“Sudah tiga bulan ini mulai kekeringan,” kata perempuan 50 tahun itu.
Setelah musim kemarau datang, sekitar 60 kepala keluarga memanfaatkan dua sumber air yang tersisa untuk kebutuhan minum dan masak. Di waktu seperti ini, debit air yang keluar dari sumber mengecil.
Akibatnya, warga harus antre sejak sekitar pukul 03.00 WIB.
Mereka membawa timba dan jeriken ke tempat itu.
Antrean berlangsung hingga sore hari.
“Sehari kembali ambil air tiga kali. Cukup untuk minum dan masak,” ujar Parmiatin.
Kebanyakan warga yang mengambil air di dua sumber yang tersisa memilih berjalan kaki.
Soalnya, akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau sepeda motor.
Untuk memenuhi kebutuhan mandi, ia dan warga lainnya mengandalkan suplai yang dikirim dari pemerintah daerah.
Sayangnya, bantuan air bersih tak datang saban hari.
Ia mengatakan, air suplai pemerintah datang antara tiga sampai empat hari sekali.
“Begitu air datang, warga langsung antre mengambil. Beberapa jam saja air suplai sudah habis diambil warga masing-masing,” tutur dia.
Satirah, warga lain, turut merasakan kesusahan air yang sama.
Kini, kesehariannya sibuk berkutat untuk mengumpulkan air bersih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kekeringan-sumber-air-trenggalek.jpg)